
J5NEWSROOM.COM, Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyoroti kondisi ekonomi Indonesia di tengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Ia meminta pemerintah lebih terbuka dan jujur kepada publik terkait situasi ekonomi yang sedang dihadapi saat ini.
Menurut Anies, pelemahan rupiah yang terus terjadi hingga mencapai titik terendah bukanlah masalah utama, melainkan tanda adanya persoalan ekonomi yang lebih besar. Ia mengibaratkan melemahnya mata uang seperti gejala penyakit yang menunjukkan adanya masalah mendasar dalam kondisi ekonomi negara.
Anies juga menilai masyarakat mulai merasakan dampak tekanan ekonomi, mulai dari tabungan rumah tangga yang menipis, sulitnya mencari pekerjaan bagi anak muda, hingga pelaku usaha yang kesulitan mengembangkan bisnis. Ia menekankan pentingnya membangun kepercayaan publik dan pelaku usaha terhadap kebijakan pemerintah agar kondisi ekonomi dapat kembali stabil.
Selain itu, Anies meminta pemerintah tidak menutupi kondisi yang sebenarnya dengan narasi yang dianggap terlalu menenangkan publik. Menurutnya, transparansi dan arah kebijakan yang jelas sangat dibutuhkan agar masyarakat dan investor memiliki kepastian dalam menghadapi situasi ekonomi saat ini.
Di sisi lain, nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan akhir Mei 2026 tercatat melemah hingga berada di level Rp17.881 per dolar AS, yang disebut sebagai salah satu titik terlemah sepanjang sejarah.
Editor: Agung
