Jemaah Haji Indonesia Apresiasi Pelayanan Petugas di Terminal Bus Shalawat

Salah seorang jemaah asal Kediri, Jawa Timur, Kurnifati Zumaro, sedang didorong kursi rodanya oleh petugas. (Foto: MCH PPIH Arab Saudi 2026)

J5NEWSROOM.COM, Makkah – Sejumlah jemaah haji Indonesia memberikan apresiasi terhadap pelayanan petugas yang bertugas di terminal Bus Selawat di Makkah. Keramahan dan kesigapan petugas dinilai membantu kelancaran mobilitas jemaah, terutama bagi kelompok lanjut usia dan penyandang disabilitas.

Salah seorang jemaah asal Kediri, Jawa Timur, Kurnifati Zumaro, mengaku merasakan langsung manfaat kehadiran petugas selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Menurut dia, petugas tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga aktif membantu jemaah yang membutuhkan pendampingan.

Kurnifati menuturkan, ibunya yang menggunakan kursi roda kerap memperoleh bantuan dari petugas saat hendak menuju bus. Pendampingan tersebut membuat perjalanan menuju Masjidil Haram maupun kembali ke hotel menjadi lebih mudah dan nyaman.

“Petugas sangat membantu, termasuk saat mendorong kursi roda hingga ke dalam bus,” ujarnya di Makkah, Minggu (31/5/2026).

Ia juga menilai penyelenggaraan haji tahun ini memberikan perhatian yang lebih baik kepada jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, dan perempuan. Berdasarkan pengalamannya, pelayanan di berbagai titik, termasuk terminal transportasi, berlangsung tertib dan terorganisasi.

Menurut Kurnifati, kondisi tersebut berbeda dengan sejumlah cerita yang pernah ia dengar dari jemaah yang menunaikan ibadah haji pada tahun-tahun sebelumnya. Meski sempat terjadi keterlambatan kedatangan bus akibat rekayasa lalu lintas selama masa puncak haji, hal itu tidak mengganggu pelayanan secara keseluruhan.

Ia berharap perhatian terhadap kelompok rentan dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan pada penyelenggaraan haji di masa mendatang. “Saya merasa pelayanan yang diberikan sudah sangat baik dan membantu jemaah,” katanya.

Sementara itu, operasional terminal Bus Shalawat di Syib Amir, Ajyad, dan Jabal Ka’bah kembali dibuka pada Minggu setelah sebelumnya dihentikan sementara selama fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Terminal tersebut menjadi pusat layanan transportasi bagi jemaah Indonesia yang hendak beraktivitas dari hotel menuju Masjidil Haram maupun sebaliknya. Kembalinya layanan Bus Selawat disambut positif oleh jemaah karena memudahkan mobilitas mereka untuk melaksanakan ibadah di Masjidil Haram dengan lebih aman dan nyaman.

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memastikan layanan transportasi kembali berjalan normal setelah berakhirnya rangkaian puncak ibadah haji, sehingga jemaah dapat melanjutkan aktivitas ibadah dan persiapan kepulangan dengan lebih lancar.

Editor: Saibansah Dardani