Kabar Duka dari Tanah Air, Sentak Dada Cak Imin Saat Bertugas Meliput Berita Haji

Segenap petugas haji daerah kerja Bandara sedang memanjatkan doa bersama untuk kepulangan almarhumah Diana Maf’ula, istri Cak Imin tercinta. (Foto: MCH PPIH Arab Saudi 2026)

J5NEWSROOM.COM, Jeddah – Malam di Daerah Kerja (Daker) Bandara Jeddah itu tidak seperti biasanya. Di sela kesibukan melayani arus kepulangan jemaah haji Indonesia, sekelompok petugas berkumpul dalam suasana yang hening. Tidak ada pembahasan jadwal penerbangan atau koordinasi operasional. Yang terdengar hanyalah lantunan doa yang mengalir pelan, dipanjatkan untuk seorang perempuan yang telah menghadap ilahi rabbi di Tanah Air.

Perempuan itu adalah Diana Maf’ula, istri tercinta Sekretaris PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Malang Raya Jawa Timur yang saat ini sedang bertugas menjadi Petugas MCH (Media Center Haji) PPIH (Panitia Penyelenggara Ibadah Haji) Arab Saudi 2026.

Kabar duka itu diterima Cak Imin, demikian pria yang santun itu disapa sahabatnya, pada Rabu pagi, 10 Juni 2026, sekitar pukul 08.30 waktu Arab Saudi. Sebuah panggilan telepon membawa berita yang mengubah hari itu menjadi lebih berat bagi Cak Imin dan rekan-rekannya sesama petugas MCH Daker Bandara.

Selama kurang lebih tiga tahun terakhir, Diana berjuang melawan penyakit jantung yang mengharuskannya menjalani perawatan secara berkala. Di tengah perjuangan itu, sang suami menjalankan tugas negara sebagai bagian dari penyelenggaraan ibadah haji di Tanah Suci.

BACA JUGA: Sedang Bertugas Melayani Tamu Allah, Kapten Supriadi Ditinggal Istri Menghadap Ilahi

Bagi rekan-rekan di MCH Arab Saudi, kabar tersebut terasa begitu menyentak. Mereka mengenal Cak Imin sebagai sosok yang tekun bekerja dan jarang memperlihatkan beban pribadi di balik rutinitas pelayanan jemaah haji yang padat. Karena itu, duka yang datang dari kampung halaman itu tidak hanya menjadi kehilangan bagi keluarga, tetapi juga dirasakan oleh mereka yang sehari-hari bekerja bersamanya.

Malam harinya, kru MCH Daker Bandara Jeddah menggelar doa bersama. Dalam keheningan yang menyelimuti ruangan, mereka memanjatkan harapan agar almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan menghadapi kehilangan.

Sekretaris Daker Bandara, Aruji Maswatu, mewakili seluruh petugas menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Diana Maf’ula. Ia berharap almarhumah memperoleh ampunan dan rahmat Allah, sementara keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan menjalani masa-masa sulit.

Peristiwa itu menjadi pengingat bahwa di balik wajah-wajah petugas yang setiap hari melayani jemaah, tersimpan pula kisah-kisah pribadi yang tidak selalu terlihat. Mereka datang ke Tanah Suci membawa amanah besar, tetapi tetap manusia yang tak luput dari kehilangan, kecemasan, dan ujian hidup yang datang tanpa diduga.

Jarak ribuan kilometer yang memisahkan mereka dari keluarga sering kali menjadi tantangan tersendiri. Ketika kabar bahagia datang, mereka hanya bisa merayakannya dari kejauhan. Begitu pula saat duka mengetuk pintu rumah, mereka harus menahan perasaan sambil tetap menyelesaikan tugas yang belum lagi usai.

Namun, di tengah cobaan itu, para petugas berusaha tetap berdiri. Dukungan dari sesama rekan menjadi sandaran yang menguatkan. Persaudaraan yang terjalin selama masa operasional haji tidak hanya tumbuh dari kerja bersama, tetapi juga dari kemampuan untuk saling menopang ketika salah satu di antara mereka sedang berduka.

Malam itu, doa-doa yang mengalun di Daker Bandara Jeddah menjadi lebih dari sekadar ritual. Ia menjelma menjadi penanda bahwa keluarga besar pelayanan haji Indonesia terikat bukan hanya oleh tanggung jawab pekerjaan, melainkan juga oleh rasa kebersamaan yang tetap hidup dalam suka maupun duka.

Di tengah hiruk-pikuk penyelenggaraan haji yang terus berjalan, mereka berhenti sejenak untuk mengenang seseorang yang telah pergi. Dan dari kejauhan, di antara langit Jeddah dan kampung halaman yang berjarak ribuan kilometer, doa-doa itu menghubungkan mereka dalam satu rasa kehilangan yang sama.*

Editor: Saibansah Dardani