
J5NEWSROOM.COM, Madinah – Terik di langit Bir Ali siang itu begitu menyengat. Ribuan jemaah haji Indonesia gelombang pertama melafazkan niat umrah wajib dan sholat sunnah dua rakaat di Masjid Bir Ali, sebelum mereka bergerak menuju kota suci Makkah.
Siang itu, Jumat 15 Mei 2026, bus tiga kloter rombongan terakhir jemaah haji Indonesia perlahan meninggalkan halaman parkir bus Bir Ali. Diiringi lambaian puluhan tangan dan doa tulus ikhlas. Salah satunya, sepasang tangan seorang imam shalat jemaah lima waktu yang saat ini dipercaya oleh Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menjadi Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Madinah 1447 H/2026 M, Dr. H. Khalilurrahman, M.A, QIA., CRMO.
Siapakah sosok imam sholat lima waktu yang selama hampir tiga bulan menjadi ‘Gubernur’ Daker Madinah itu? Berikut ini catatan Pemimpin Redaksi J5NEWSROOM.COM, Saibansah Dardani, yang selama 77 hari selalu bersama dengan Khalilurrahman, sebagai Petugas Media Center Haji (MCH) PPIH (Panitia Penyelenggara Ibadah Haji) Arab Saudi 2026 Daker Madinah.
Jika tidak sempat sholat subuh berjamaah di Masjid Nabawi, saya sholat di mushola markas Kantor Urusan Haji (KUH) Daerah Kerja (Daker) Madinah di lantai M. Imamnya, seorang doktor alumnus Universitas Negeri Jakarta. Khalilurrahman.
Bacaan ayat-ayatnya tak kalah panjang dengan imam Masjid Nabawi. Apalagi dzikirnya, jauh lebih panjang ketimbang bacaan imam Masjidil Haram. Maklum, pria kelahiran Jakarta, 22 Juni 1976 itu adalah aktivis Nahdlatul Ulama (NU) yang akrab dengan berbagai amalan dzikir.

“Haji itu gawenya Allah, kita hanya pelayan-Nya, dan para jemaah haji itu adalah tamunya Allah. Jadi, tugas kita hanya melakukan ikhtiar yang terbaik untuk melayani, melindungi dan membimbing mereka selama di Tanah Suci. Selebihnya, biarlah Allah yang akan mengatur semua,” tuturnya dalam perbincangan saya dengan ‘Gubernur’ Daker Madinah itu di tenda petugas haji di Mina.
Pesan yang ingin disampaikan mantan Ketua NU Tanfidz Ranting Tegal Parang Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan itu adalah, jangan pernah ada muncul setitik pun rasa sum’ah, riya’ dan takabur dalam melayani para tamu Allah. Semuanya itu skenario Gusti Allah, para petugas haji hanya wajib berikhtiar memberikan pelayanan dan doa yang terbaik. Itu saja!
Begitulah prinsip Khalilurrahman, mantan Wakil Ketua Hubungan Luar Negeri MUI (Majelis Ulama Indonesia) Pusat itu. Baginya, pelayanan yang terbaik kepada para duyufurrahman, tamu Allah itu tidak hanya sekadar menyambut kedatangan mereka, mengontrol ketat waktu distribusi dan kualitas makanan jemaah, atau pun melepaskan kepulangan mereka kembali ke Tanah Air.
Tetapi, kualitas layanan yang diberikan kepada setiap jemaah haji, haruslah pelayanan yang prima. Sampai jemaah haji Indonesia terakhir sampai di rumahnya. Itulah prinsip yang setiap apel pagi disampaikannya kepada para petugas haji di Markas Daker Madinah.
“Sesungguhnya setiap amalan itu tergantung pada akhirnya (penutupnya),” tegas Kadaker Madinah itu mengutip hadits nomor 6607 yang diriwayatkan sahabat Al Bukhori.
Motivasi soal khusnul khotimah itu disampaikan terus menerus pada hari-hari terakhir kepulangan jemaah haji Indonesia gelombang dua dari Madinah. Pesannya jelas, para petugas haji Daker Madinah tidak boleh kendor dalam memberikan pelayanan, perlindungan dan bimbingan prima kepada para tamu Allah.
Di awal-awal penugasannya di Daker Madinah, sarjana magister alumnus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tampak seperti ‘gasing’. Mobilitas pergerakannya padat. Mengkoordinasi semua sektor di Madinah yang terdiri dari 5 sektor dan 2 sektor khusus, yaitu Sektor Nabawi dan Sektor Bir Ali. Juga, mengkoordinasi semua jajaran di Markas Daker Madinah. Termasuk, koordinasi dengan para wartawan yang tergabung dalam MCH Daker Madinah.
Hari kedua penugasan di Daker Madinah, Khalilurrahman mengumpulkan Tim MCH Daker Madinah. Dalam pertemuan singkat itu, mantan Ketua Lakpesdam (Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia) PWNU DKI Jakarta itu hanya berpesan singkat: saya ingin MCH Daker Madinah tahun 2026 itu menjadi yang terbaik. Itu saja!
Begitulah gaya kepemimpinan seorang imam sholat lima waktu yang setiap malam Jumat menggelar doa istighosah di Markas Daker Madinah itu, tegas, perintahnya jelas dan koordinatif.
Gaya kepemimpinannya terlihat tidak hanya dari ruang koordinasi, tetapi juga dari kehadirannya langsung di lapangan. Tim MCH Daker Madinah merekam bagaimana Khalilurrahman mendampingi para jemaah, menggendong bahkan mendorong kursi roda mereka.
Khalilurrahman selalu memantau kedatangan dan keberangkatan para jemaah haji Indonesia di Madinah. Lalu memastikan layanan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.

Pada 20 April 2026, Khalilurrahman memimpin konsolidasi para petugas haji dan memastikan kesiapan seluruh sektor pelayanan. Lalu, ‘Gubernur’ Daker Madinah itu pun mendeklarasikan, petugas haji Daker Madinah telah siap 100 persen menyambut kedatangan jemaah haji Indonesia. Saat itu, memang seluruh layanan utama, mulai dari transportasi, akomodasi, perlindungan jemaah hingga bimbingan ibadah, benar-benar sudah dalam kondisi ‘on’.
Kondisi ‘on’ itulah yang terus dikawalnya hingga hari ini, Ahad 21 Juni 2026. Tidak mengendur sama sekali. Apel pagi terus digelarnya di Markas Daker Madinah dan di semua sektor. Dia selalu hadir dan keliling di semua sektor.
Mungkin Khalilurrahman lupa, bahwa besok, Senin, 22 Juni 2026, adalah hari ulang tahunnya ke-50. Karena tidak ada aroma syukuran ulang tahun, apalagi pesta selebrasi. Semua kegiatannya fokus pada melayani jemaah haji Indonesia.
Karena itu, biarlah tulisan ini sebagai kado dan pengingat bagi Khalilurrahman, bahwa besok dia akan berulang tahun.
Selamat ulang tahun, ‘Gubernur’ Daker Madinah. Semoga panjang umur dan sehat selalu. Aamiin YRA.
Editor: Agung
