1000 Hari Genosida, Umat Butuh Solusi Nyata

Penulis muda Batam, Naila Ahmad Farah Adiba. (Foto: J5NEWSROOM.COM)

Oleh Naila Ahmad Farah Adiba

J5NEWSROOM.COM – Sungguh sangat mengiris jiwa kenyataan yang ada. Sudah 1000 hari lebih genosida terjadi kepada saudara kita, dan selama itu pula, penyiksaan, penculikan, dan pembumihangusan kerap dilakukan oleh para penjajah.

Tidakkah kita menyadarinya bahwa ini bukan sekadar permasalahan regional. Ini merupakan permasalahan sistemik yang terjadi karena tidak adanya junnah (perisai) yang melindungi. Hingga akhirnya yang terjadi adalah kaum muslimin menjadi korban kebengisan dan kezaliman.

Tapi mirisnya di tengah kondisi dunia yang semakin kacau balau dan tak menentu, kita masih sibuk berdebat perihal hal-hal furu’ (cabang). Sesuatu yang seharusnya tidak perlu diperdebatkan. Sesuatu yang seharusnya tidak perlu menjadi sebuah masalah yang dibesar-besarkan. Sesuatu yang harusnya tidak memecah belah kita.

Kita adalah satu kesatuan seperti bangunan. Maka seharusnya tidak mudah terpecahkan. Sebab, sebagaimana bangunan yang membutuhkan penyatuan dari berbagai elemen, kita juga butuh berbagai pandangan untuk usaha perbaikan peradaban.

Lihatlah, kini bahkan bukan hanya Baitul Maqdis, saudara kita di berbagai belahan dunia juga banyak yang merasakan berbagai penyiksaan dan penindasan. Saudara kita yang berada di Uyghur, Kashmir, Sudan, hingga Rohingya juga mengalami kezaliman yang serupa.

Jika hari ini kita merasa seperti tak ada harapan, belajarlah dari saudara kita yang senantiasa menyalakan harapan. Meski kini seolah jauh dari kenyataan, setidaknya harapan menjaga kita tetap waras di tengah segala masalah yang menerpa.

Jika hari ini kita merasa tak berdaya, tetaplah berusaha. Tak mengapa jika sesekali kita perlu istirahat untuk mengambil jeda. Sebelum kemudian kembali mengudara dengan segala usaha kita dalam pembebasan Baitul Maqdis ini.

Skill kita mungkin berbeda-beda, potensi kita juga mungkin tak sama, tapi percayalah peluang kita untuk mendapatkan keridhaan Allah Subhanahu wata’ala sama, selama kita mau untuk terus berdoa dan berusaha.

Oleh karenanya, kini kita harus menyatukan langkah kita dalam usaha perbaikan peradaban dan juga pembebasan Baitul Maqdis. Yakni dengan mewujudkan kembali tegaknya syariat Islam di seluruh penjuru dunia. Agar kesejahteraan umat bukan lagi hanya sekadar harapan tapi menjadi kenyataan.

Wallahu a’lam bish shawab.

Penulis adalah siswi SMA bermastautin di Batam