Inilah Fatima, Nenek yang Menjadi Akar Kekuatan Lamine Yamal Menjadi Bintang

Lamine Yamal memeluk neneknya, Fatimah. (Foto: Nett)

J5NEWSROOM.COM – Di tengah sorak-sorai kemenangan Spanyol pada Piala Dunia 2026, nama Lamine Yamal kembali menjadi sorotan. Di usia yang baru menginjak 19 tahun, pemain Barcelona itu telah mengoleksi dua gelar bergengsi bersama tim nasional, yakni Euro 2024 dan Piala Dunia 2026.

Namun, di balik perjalanan gemilang tersebut, terdapat sosok yang jarang tampil di depan kamera, tetapi memiliki pengaruh besar dalam kehidupan Yamal. Sosok itu adalah neneknya dari garis ayah, Fatima.

Bagi Yamal, kisah hidup sang nenek bukan sekadar cerita keluarga. Perjalanan Fatima meninggalkan Maroko seorang diri menuju Spanyol menjadi sumber inspirasi yang terus ia kenang hingga kini.

Dalam wawancara yang kembali ramai diperbincangkan, Yamal menceritakan bagaimana Fatima mengambil keputusan besar demi masa depan keluarganya. Saat itu, perempuan tersebut berangkat seorang diri dari Maroko menuju Spanyol dengan harapan dapat membuka jalan bagi anak-anaknya untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik.

Perjalanan itu tidak mudah. Fatima menempuh perjalanan panjang hingga tiba di Mataró, sebuah kota di wilayah Katalonia yang kemudian menjadi tempat tumbuh keluarga Yamal.

Setibanya di Spanyol, Fatima bekerja tanpa mengenal waktu. Berbagai pekerjaan dijalaninya dari pagi hingga malam hari demi mengumpulkan uang agar dapat membawa anak-anaknya menyusul.

“Ayah saya datang ke Spanyol ketika berusia tiga tahun. Nenek saya adalah orang pertama yang datang dan bekerja keras agar keluarganya bisa berkumpul kembali,” kenang Yamal.

Pengorbanan itulah yang kemudian menjadi fondasi kehidupan keluarga mereka di Spanyol.

Yamal lahir dari keluarga imigran. Ayahnya berasal dari Maroko, sedangkan ibunya berasal dari Guinea Khatulistiwa.

Masa kecilnya jauh dari kemewahan yang kini melekat pada kehidupan seorang pesepak bola profesional.

Ia tumbuh di Rocafonda, kawasan permukiman kelas pekerja di Mataró. Lingkungan itu hingga kini masih memiliki tempat istimewa di hatinya. Setiap kali mencetak gol, Yamal kerap merayakannya dengan gestur tangan yang membentuk angka sesuai kode pos Rocafonda sebagai penghormatan terhadap kampung halamannya.

Kehidupan keluarganya juga tidak selalu berjalan mulus. Saat ibunya mengandung dirinya di usia muda, keluarga mereka sempat tinggal di hunian bersama bagi para orang tua muda. Mereka berbagi ruang makan dengan penghuni lain dan menjalani hidup dengan berbagai keterbatasan.

Ketika kondisi ekonomi belum membaik, keluarganya juga beberapa kali bergantung pada bantuan kerabat maupun teman yang bersedia menyediakan tempat tinggal.

Tak lama kemudian, kedua orang tuanya memutuskan berpisah. Ayahnya tinggal bersama Fatima, sementara Yamal mengikuti ibunya pindah ke Granollers.

Meski demikian, pengalaman hidup tersebut tidak pernah dianggap sebagai sesuatu yang harus disembunyikan.

Kesuksesan di lapangan ternyata memiliki makna berbeda bagi Yamal.

Baginya, pencapaian terbesar bukanlah trofi ataupun penghargaan individu, melainkan kemampuan memberikan kehidupan yang lebih baik bagi keluarganya.

Dalam sebuah podcast bersama Fundación José Ramón de la Morena, Yamal mengatakan kebahagiaan terbesar yang ia rasakan adalah melihat orang-orang terdekatnya dapat hidup lebih tenang.

Ia mengaku bahagia melihat sang ibu tidak lagi dipenuhi kekhawatiran, adik laki-lakinya dapat menikmati masa kecil yang dulu tidak sempat ia rasakan, serta ayah dan neneknya menjalani hidup dengan lebih nyaman.

Kini, sang ayah menetap di kawasan Barcelona, sedangkan Fatima tetap memilih tinggal di Rocafonda, rumah yang dibelikan langsung oleh cucunya.

Pilihan itu seolah menegaskan bahwa akar kehidupan mereka tetap berada di lingkungan yang dahulu menjadi saksi perjuangan keluarga.

Karier Lamine Yamal melesat begitu cepat. Ia menjalani debut bersama tim utama Barcelona saat masih berusia 15 tahun, kemudian menjadi salah satu pemain penting Spanyol dalam dua turnamen besar berturut-turut.

Namun, di balik ketenaran tersebut, Yamal tetap membawa kisah keluarganya ke mana pun ia melangkah.

Bagi banyak orang, ia mungkin dikenal sebagai bintang muda sepak bola dunia. Akan tetapi, bagi Yamal sendiri, setiap pencapaian selalu mengingatkannya pada perjalanan seorang perempuan bernama Fatima—nenek yang pernah datang sendirian ke Spanyol, bekerja tanpa mengenal lelah, dan membuka jalan bagi generasi berikutnya untuk meraih mimpi.

Di balik setiap trofi yang diangkat Yamal, tersimpan jejak panjang perjuangan keluarga yang dimulai dari keberanian seorang nenek meninggalkan tanah kelahirannya demi masa depan yang lebih baik.

Editor: Agung