
J5NEWSROOM.COM, Bintan – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pemadam Kebakaran (Damkar) Tanjunguban, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, menangani sedikitnya enam titik kebakaran lahan dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi cuaca panas yang disertai angin kencang disebut menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko kebakaran lahan di wilayah tersebut.
Kepala UPTD Damkar Tanjunguban Panyodi mengatakan, dua kebakaran lahan terjadi dalam dua hari terakhir. Kebakaran pertama terjadi di kawasan tempat pemakaman umum (TPU) Kecamatan Bintan Utara pada Sabtu (8/8/2026) sore.
Sehari kemudian, Minggu (9/8/2026), kebakaran kembali terjadi di sekitar Perumahan Alamanda, Tanjunguban Selatan.
“Lahan yang terbakar berupa semak belukar atau lahan kosong, namun tidak jauh dari permukiman masyarakat,” kata Panyodi di Tanjunguban, Minggu.
Menurut Panyodi, luas lahan yang terbakar di masing-masing lokasi tersebut sekitar 0,5 hektar. Dengan demikian, dalam dua hari terakhir terdapat sekitar satu hektar lahan yang terbakar. Jumlah tersebut menambah daftar kebakaran lahan yang terjadi sepanjang pekan ini.
“Untuk minggu ini, setidaknya sudah ada enam titik kebakaran lahan. Secara keseluruhan, lahan yang terbakar sudah lebih dari lima hektar,” ujarnya.
Panyodi menjelaskan, kondisi cuaca panas dan angin kencang membuat lahan menjadi lebih mudah terbakar.
Lahan yang mengering akibat cuaca panas dapat dengan cepat tersulut api. Ketika angin bertiup kencang, api juga lebih mudah merambat dan meluas.
Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama mereka yang tinggal berdekatan dengan lahan kosong atau kawasan yang ditumbuhi semak belukar.
“Sejauh ini memang tidak ada korban jiwa maupun rumah warga yang terbakar. Namun, seluruh masyarakat harus terus waspada dan menjaga lingkungan, termasuk tidak membakar sampah atau lainnya secara sembarangan,” kata Panyodi.
Ia juga mengapresiasi kepedulian warga di sekitar lokasi kebakaran. Menurut dia, masyarakat turut membantu petugas Damkar memadamkan api ketika kebakaran terjadi.
Kerja sama antara warga dan petugas tersebut dinilai penting untuk mencegah api meluas, terutama ketika kebakaran terjadi di lahan yang berada tidak jauh dari pemukiman.
Damkar Tanjunguban mengimbau masyarakat segera melaporkan jika melihat titik api atau asap dari kawasan lahan kosong agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.
Editor: Alia Safira
