Ketua DPRD Karimun Minta APBD Perubahan 2026 Disusun Realistis dan Fokus Program Prioritas

Ketua DPRD Kabupaten Karimun Raja Rafiza. (Foto: Fredy/J5NEWSROOM.COM)

J5NEWSROOM.COM, Karimun – Ketua DPRD Kabupaten Karimun Raja Rafiza meminta pemerintah daerah menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun Anggaran 2026 secara realistis dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah.

Menurut Raja Rafiza, penyusunan APBD Perubahan harus didasarkan pada perhitungan yang cermat, terutama terkait proyeksi pendapatan daerah dan pembiayaan.

“Kita ingin pendapatan daerah dan perkiraan pembiayaan dihitung secara cermat agar jangan nantinya lebih besar pasak daripada tiang,” ujar Raja Rafiza, Kamis (27/8/2026).

Ia mengatakan, kondisi fiskal Kabupaten Karimun saat ini perlu menjadi pertimbangan utama dalam menyusun perubahan anggaran. Terlebih, kemampuan pendapatan asli daerah (PAD) dan transfer dari pemerintah pusat masih terbatas.

Karena itu, kata dia, perubahan APBD sebaiknya diarahkan untuk membiayai program yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.

Raja Rafiza menilai anggaran harus lebih banyak dialokasikan untuk program yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat dibandingkan kegiatan yang bersifat seremonial atau tidak mendesak.

“Kalau memang kemampuan keuangan daerah terbatas, harusnya ada skala prioritas yang lebih fokus kepada kepentingan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” katanya.

Ia menjelaskan, APBD Perubahan merupakan instrumen perencanaan keuangan daerah yang disesuaikan dengan realisasi pelaksanaan anggaran serta kondisi kemampuan keuangan daerah.

Oleh sebab itu, setiap perubahan maupun pergeseran anggaran harus mempertimbangkan kebutuhan dan skala prioritas pembangunan.

Menurut dia, pemerintah daerah perlu menyesuaikan rencana belanja dengan kondisi fiskal yang sebenarnya. Dengan begitu, program pembangunan tetap dapat berjalan tanpa membebani kemampuan keuangan daerah.

Raja Rafiza kembali menegaskan bahwa keterbatasan fiskal harus diikuti dengan kebijakan anggaran yang selektif.

Program yang dipertahankan dalam APBD Perubahan 2026, kata dia, seharusnya merupakan program yang memiliki manfaat nyata dan menyentuh kebutuhan masyarakat Karimun.

Editor: Alia Safira