Karhutla Mengepung, Bagaimana Sikap Kita?

Aktivis Komunitas Muslimah Peduli Umat Batam, L. Nur Salamah, S.Pd. (Foto: J5NEWSROOM.COM)

Oleh: L. Nur Salamah, S.Pd.

J5NEWSROOM.COM, – Sungguh sangat memprihatinkan. Penderitaan rakyat bertubi-tubi. Belum selesai persoalan yang satu sudah dihantam dengan persoalan yang lainnya.

Kebakaran yang terjadi secara serentak di sejumlah wilayah Indonesia, tak terkecuali di kawasan Tembesi Barelang, 20 hektar lahan habis dilalap jago merah.

Sangat mengherankan. Mengapa terjadinya serentak/ hampir bersamaan? Salahkah apabila kita sebagai masyarakat berspekulasi yang tidak-tidak? Karena pemerintah sendiri saat ini telah mengungkapkan berbagai kasus pembukaan lahan dengan cara membakar, kemudian adanya dugaan jual-beli kawasan hutan termasuk perkara yang menjerat korporasi.

Polri sendiri juga telah menangani puluhan laporan karhutla dan menetapkan puluhan tersangka.

Artinya, disadari atau tidak apabila terjadi kebakaran hutan, kita tidak hanya berbicara masalah lingkungan semata, namun dampaknya bisa mengancam kesehatan, keselamatan dan kehidupan masyarakat.

Pun permasalahan kebakaran hutan ini jangan dilihat sebagai masalah api semata yang harus segera dipadamkan. Setelah itu selesai. Tidak. Sekali-kali tidak.

Sudahkah kita bertanya pada diri kita? Mengapa kejadian serupa senantiasa terulang dari tahun ke tahun?

Melihat kondisi yang menyedihkan ini, akankah kita diam?  Sungguh karhutla yang terjadi ini tidak sekadar persoalan alam. Namun, ada faktor manusia dan kepentingan ekonomi yang harus diurai secara mendalam dan serius.

Lantas, apa yang bisa kita perbuat? Kita umat Islam jangan diam dan bersikap acuh tak acuh atau masa bodoh. Karena diakui atau tidak karhutla ini ada kaitannya dengan masalah amanah, keadilan dan periayahan terhadap masyarakat.

Sebagai firman Allah SWT. dalam surah al-A’raf ayat 56 yang artinya: “Dan janganlah kalian membuat kerusakan di muka bumi setelah Allah memperbaikinya”.

Oleh karena itu, kita umat Islam harus menolak berbagai bentuk pembakaran lahan yang merusak lingkungan, kemudian melaporkan segala bentuk pelanggaran yang terjadi dan mendorong adanya penegakkan hukum yang adil.

Di samping itu, umat harus menyadari bahwa kerusakan lingkungan yang terjadi berulang-ulang ini tidak cukup diselesaikan hanya dengan imbauan kepada individu.

Akan tetapi diperlukan sebuah sistem pemerintahan yang mampu mencegah eksploitasi, menutup celah korupsi dan kolusi serta memastikan kekayaan alam dikelola berdasarkan syariat Islam untuk kemaslahatan umat.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengedukasi/ menyadarkan umat untuk kembali kepada sistem yang sempurna dari yang maha sempurna yakni Islam.

Karena Islam adalah satu-satunya agama/ akidah yang memancarkan segenap aturan dalam seluruh aspek kehidupan. Termasuk dalam sistem pemerintahan.

Wallahu a’lam.

Penulis adalah Aktivis Komunitas Muslimah Peduli Umat Batam.