
J5NEWSROOM.COM, Jakarta – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengajak masyarakat ikut mengoreksi data penerima bantuan sosial (bansos). Langkah ini dilakukan untuk memastikan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) semakin akurat dan sesuai dengan kondisi masyarakat.
Gus Ipul mengatakan pemerintah terus melakukan pemutakhiran DTSEN melalui proses sinkronisasi, validasi, dan verifikasi dari berbagai sumber data. Pemerintah juga menerima tambahan data dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang saat ini diproses oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
“Pemerintah terbuka sesuai arahan dari Bapak Presiden Prabowo untuk kita semua sama-sama menghadirkan data yang lebih akurat,” kata Gus Ipul, Kamis, 3 September 2026.
Masyarakat yang menemukan ketidaksesuaian data dapat menyampaikan koreksi melalui sejumlah saluran, di antaranya WhatsApp Center 08877-171-171, Command Center 171, aplikasi Cek Bansos, serta pemerintah daerah, termasuk pemerintah desa.
Menurut Gus Ipul, mekanisme perbaikan juga tersedia melalui jalur formal di tingkat desa. Operator data dapat menggunakan aplikasi SIKS-NG, kemudian data diteruskan secara berjenjang ke dinas sosial kabupaten atau kota, pemerintah provinsi, hingga Kementerian Sosial untuk selanjutnya diproses bersama BPS.
Pemutakhiran data dilakukan secara berkala sesuai jenis program bantuan. Untuk penerima PBI Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), pembaruan dilakukan setiap bulan. Sementara data penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Sembako diperbarui setiap tiga bulan.
Gus Ipul menegaskan, pola pemutakhiran tersebut membuat data penerima bansos tetap terbuka untuk diperbaiki apabila ditemukan ketidaksesuaian. Pemerintah juga membuka ruang dialog dengan para pakar mengenai metode penyusunan DTSEN, termasuk dasar penentuan peringkat desil.
Editor: Agung
