Tarik Diri dari China, Apple akan Investasikan $500 Miliar di Amerika

Foto udara kantor pusat perusahaan Apple, “Apple Campus 2” di Cupertino, California (foto: dok).

J5NEWSROOM.COM, Akhir pekan lalu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa ia akan menggandakan tarif terhadap China, tempat sebagian besar produk Apple dibuat.

Banyak iPhone dan produk Apple lainnya diproduksi di China. Dalam beberapa tahun terakhir, Apple telah memperluas produksinya ke negara-negara lain seperti Vietnam dan India. Sementara itu, investasi Apple di Amerika Serikat sendiri masih terbatas.

Namun, kondisi ini akan segera berubah. Pekan lalu, Apple mengumumkan rencana investasinya sebesar 500 miliar dolar AS di Amerika Serikat dalam kurun waktu empat tahun ke depan. Investasi ini mencakup pembangunan fasilitas di Texas untuk memproduksi server kecerdasan buatan serta penciptaan 20.000 lapangan kerja baru di AS.

Pengumuman tersebut muncul setelah pertemuan antara CEO Apple, Tim Cook, dan Presiden Donald Trump. Apple menjadi salah satu perusahaan AS yang baru-baru ini mengumumkan investasi domestik dan penciptaan lapangan kerja baru.

“Mereka justru akan membangun di sini karena mereka tidak mau membayar tarif,” ujar Trump.

Dalam sebuah unggahan di media sosial pada Kamis lalu, Trump menyatakan bahwa ia telah menggandakan tarif universal sebesar 10 persen terhadap produk-produk dari China. Kebijakan ini mulai berlaku efektif pada hari Selasa.

Meski demikian, para pengamat menilai langkah Apple lebih berkaitan dengan strategi diversifikasi rantai pasokannya dibandingkan dampak tarif yang diterapkan Trump terhadap China.

Bill Reinsch dari Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS) mengatakan bahwa Apple telah memulai proses pemindahan produksi dari China sebelum kebijakan tarif diberlakukan.

“Jumlah produksi mereka di China masih cukup besar. Namun, ada tren yang jelas di sini, dan saya pikir Apple akan terus melanjutkan proses diversifikasinya,” ujar Reinsch.

Meskipun sebagian besar rencana Apple telah diketahui sebelumnya, perusahaan tersebut mengisyaratkan bahwa kebijakan investasi dan penciptaan lapangan kerja mereka sejalan dengan prioritas pemerintahan Trump yang pro-AS.

Analis industri Ben Bajarin, CEO Creative Strategies, mengatakan kepada VOA bahwa Apple memanfaatkan pengumuman ini sebagai kesempatan untuk menyoroti komitmennya terhadap kebijakan ekonomi dalam negeri AS.

“Mereka hanya mengambil kesempatan untuk menggunakan siaran pers ini demi mendapatkan lebih banyak eksposur publik mengenai hal-hal yang telah mereka lakukan dan jelas selaras dengan kebijakan pro-AS,” kata Bajarin.

Sebagai bagian dari investasinya di AS, Apple juga mengumumkan bahwa mereka akan memproduksi chip silikon canggihnya di pabrik Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) yang berlokasi di Arizona.

Editor: Agung