
J5NEWSROOM.COM, Natuna – Wakil Bupati Natuna, Jarmin Sidik, melakukan pemantauan terhadap harga dan ketersediaan bahan pokok di beberapa titik di Kota Ranai, pada Senin, 3 Maret 2025. Dalam kunjungan tersebut, Jarmin meninjau sejumlah lokasi strategis, termasuk gudang Bulog, Devon Swalayan, dan Pasar Ranai.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh pimpinan DPRD, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terkait.
Salah seorang pedagang sayur di Pasar Ranai, Eva, mengungkapkan bahwa dalam beberapa bulan terakhir, sejak Desember 2024, jumlah pembeli di pasar mengalami penurunan. “Stok cabai saat ini tersedia, tetapi pasokannya masih fluktuatif,” ujarnya. Eva juga menjelaskan bahwa hasil panen petani lokal sedang menurun, yang berdampak pada kenaikan harga cabai merah dan cabai rawit hijau.

“Saat ini, harga cabai merah dan cabai rawit mencapai Rp120 ribu per kilogram. Sebelumnya, sebelum Ramadan, harga sempat menyentuh Rp130 ribu. Jika pasokan dari luar daerah masuk, harganya bisa turun hingga Rp100 ribu,” jelasnya. Eva menambahkan bahwa daya beli masyarakat mengalami penurunan sekitar 50 persen akibat berbagai faktor ekonomi.
Menanggapi kondisi ini, Wabup Jarmin Sidik menegaskan bahwa hasil pemantauan akan segera disampaikan kepada Bupati Natuna untuk menentukan langkah-langkah strategis ke depan. “Kami akan terus mengawasi stabilitas harga dan meminta semua pihak terkait untuk memastikan harga di pasar tetap terkendali. Mengenai masalah pasokan listrik dan air, kami akan berkoordinasi guna mencari solusi terbaik,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Natuna menegaskan komitmennya untuk terus memantau perkembangan harga bahan pokok serta mencari solusi agar daya beli masyarakat tetap terjaga, terutama menjelang bulan Ramadan.
Editor: Agung
