
J5NEWSROOM.COM, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pemerintah Indonesia mengevakuasi dan merawat sekitar 2.000 warga Gaza korban serangan Israel di Pulau Galang, Batam. Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, menilai kekerasan Israel telah mencapai tahap genosida, termasuk melalui blokade dan penghancuran infrastruktur yang membuat layanan medis di Gaza lumpuh. Menurutnya, banyak pasien luka parah tidak tertangani karena kapasitas rumah sakit sudah jauh melampaui batas.
Sudarnoto menegaskan, evakuasi korban ke luar Gaza sejalan dengan prinsip kemanusiaan, baik dari sudut pandang agama maupun konstitusi Indonesia. Ia menyebut misi darurat kemanusiaan ini memenuhi prinsip hifdzun nafsi (melindungi jiwa) serta mencerminkan nilai kemanusiaan yang adil dan beradab sebagaimana tercantum dalam Pancasila. MUI pun mendukung Pulau Galang dijadikan pusat perawatan korban, dengan catatan persiapan rumah sakit dan fasilitas penampungan dilakukan secara matang.
Ia mengingatkan pemerintah untuk membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat dan para aktivis pembela Palestina agar program ini tidak disalahpahami, seperti isu relokasi permanen yang pernah menuai kontroversi. Selain itu, ia menilai koordinasi dengan pihak luar negeri seperti pemerintah Palestina, Hamas, Mesir, dan Jordania sangat penting untuk mendapatkan dukungan internasional dan menghindari hambatan diplomatik.
Sebelumnya, Kepala Kantor Komunikasi Presiden (PCO) Hasan Nasbi mengungkap arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengevakuasi warga Gaza ke Pulau Galang. Menurutnya, pulau tersebut memiliki fasilitas rumah sakit dan sarana pendukung memadai untuk merawat korban perang, termasuk tempat penampungan bagi keluarga yang mendampingi pasien.
Editor: Agung
