Danantara Siapkan Dua Opsi Selesaikan Utang Proyek KCIC

Gedung Danantara. (Foto: RMOL)

J5NEWSROOM.COM, Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara, yang mengelola proyek Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC), mengungkap sudah menyiapkan dua opsi strategis untuk menyelesaikan beban utang proyek tersebut.

Opsi pertama adalah menyuntikkan modal tambahan ke dalam PT Kereta Api Indonesia (KAI), sedangkan opsi kedua mengusulkan pengambilalihan infrastruktur KCIC oleh pemerintah, sehingga beban operasional dan pemeliharaan diambil alih sebagai aset negara.

Menurut COO Danantara, Dony Oskaria, opsi pengambilalihan infrastruktur mengikuti praktik di industri kereta api dimana infrastruktur menjadi milik negara, sedangkan operasi layanan dijalankan oleh entitas pelaksana.

Dony menekankan bahwa KCIC kini menunjukkan kinerja positif: jumlah penumpang harian meningkat hingga sekitar 30.000 orang. Namun ia juga mencermati keberlanjutan finansialnya, sehingga solusi yang diambil harus menjaga stabilitas bagi semua pihak.

Sebelumnya, pemerintah telah menginisiasi negosiasi restrukturisasi utang antara Indonesia dengan mitra China agar struktur pembiayaan proyek menjadi lebih sehat dan berkelanjutan ke depan.

Editor: Agung