Kampung Haji Indonesia di Mekkah Terinspirasi Wakaf Habib Bugak Al Asyi

Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak silaturahmi dengan jemaah haji Indonesia di hotel Burj Al Wahdah di sektor 6 yang didominasi jemaah haji asal Aceh. (Foto: MCH PPIH Arab Saudi 2026)

J5NEWSROOM.COM, Makkah – Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan gagasan pembangunan Kampung Haji yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto terinspirasi dari wakaf Baitul Asyi yang diikrarkan oleh Habib Bugak Al Asyi pada 1224 Hijriah atau 1809 Masehi di hadapan Hakim Mahkamah Syariah Makkah.

Hal itu disampaikan Dahnil usai mengunjungi jemaah haji Indonesia asal Aceh di Burj Al Wahda Almutamayiz Hotel, sektor 6 Makkah, Jumat (22/5/2026).

Menurut Dahnil, apa yang dilakukan Habib Bugak lebih dari dua abad lalu menjadi contoh nyata manfaat wakaf yang terus dirasakan hingga kini oleh jemaah haji asal Aceh.

“Nilai manfaatnya masih dirasakan sampai sekarang oleh warga Aceh. Karena itu, masyarakat perlu memahami bahwa salah satu inspirasi Kampung Haji berasal dari sejarah dan kontribusi rakyat Aceh,” ujar Dahnil.

Ia menambahkan, Kerajaan Arab Saudi juga dinilai berhasil menjaga amanah wakaf tersebut sehingga manfaatnya tetap berlanjut dari generasi ke generasi.

Selain menyinggung wakaf Baitul Asyi, Dahnil juga mengulas sejarah kontribusi Aceh terhadap penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia. Ia menyebut embrio maskapai nasional Garuda Indonesia berasal dari pesawat Seulawah yang dibeli melalui sumbangan emas dan harta masyarakat Aceh pada 1948.

Menurut Dahnil, keberadaan pesawat Garuda di Asrama Haji Aceh menjadi simbol sejarah kontribusi masyarakat Aceh terhadap penerbangan nasional dan perjalanan haji Indonesia.

“Inspirasi itu juga berasal dari rakyat Aceh melalui sumbangan pesawat Seulawah yang menjadi cikal bakal Garuda Indonesia,” kata dia.

Dahnil menilai Aceh memiliki kedekatan historis dengan Tanah Suci. Selain menjadi wilayah Indonesia yang paling dekat dengan Arab Saudi, Aceh pada masa lalu juga dikenal sebagai embarkasi dan tempat transit awal jemaah haji Indonesia sebelum berangkat ke Makkah.

Karena itu, Aceh dijuluki sebagai Serambi Makkah.

Ia berharap Aceh dapat berkembang menjadi pusat ekosistem ekonomi haji nasional, baik dari sektor pangan, pertanian, maupun sektor pendukung lainnya.

“Dalam konteks masyarakat Aceh, haji bukan hanya ibadah, tetapi juga berkaitan dengan kebanggaan, kehormatan, dan penyempurnaan dalam berislam,” ujar Dahnil.

Editor: Saibansah Dardani