
J5NEWSROOM.COM, Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai kondisi pasar keuangan Indonesia masih relatif aman meski nilai tukar rupiah melemah hingga menembus level Rp17.800 per dolar Amerika Serikat (AS).
Menurut dia, indikator utama yang perlu dicermati bukan semata pergerakan kurs rupiah, melainkan stabilitas pasar obligasi pemerintah. Hingga kini, pasar surat utang domestik dinilai masih berada dalam kondisi terkendali.
“Walaupun rupiah melemah, bond yield-nya turun,” kata Purbaya.
Ia menjelaskan, pemerintah terus melakukan langkah stabilisasi melalui aksi pembelian kembali obligasi (buyback) guna menjaga imbal hasil tetap terkendali.
“Tindakan dari bendahara untuk sedikit membeli supaya yield-nya agak terkendali,” ujarnya.
Langkah tersebut mencerminkan fokus pemerintah dalam menjaga kepercayaan investor di pasar obligasi, ketimbang hanya mengejar penguatan nilai tukar rupiah dalam jangka pendek.
Menurut Purbaya, stabilitas pasar obligasi menjadi faktor penting untuk mempertahankan aliran modal asing ke Indonesia. Selama pasar surat utang tetap stabil, investor asing dinilai masih akan memandang Indonesia sebagai tujuan investasi yang menarik.
“Selama bond market terkendali, kemampuan investor asing untuk melakukan investasi bond kita akan terjaga juga,” katanya.
Ia juga menyebut mulai terlihat adanya arus modal asing yang kembali masuk ke pasar domestik. Karena itu, pemerintah belum memandang pelemahan rupiah saat ini sebagai ancaman serius bagi stabilitas sistem keuangan nasional.
Pada perdagangan terbaru, nilai tukar rupiah tercatat berada di kisaran Rp17.830 per dolar AS.
Editor: Agung
