
J5NEWSROOM.COM, Mina – Di tengah padatnya aktivitas jemaah haji Indonesia usai melaksanakan lempar jumrah di Mina, Kamis (28/5), aksi sukarela seorang jemaah asal Ngawi, Jawa Timur, menarik perhatian. Ia membuka layanan cukur rambut gratis bagi sesama jemaah yang hendak menunaikan tahalul, salah satu rangkaian ibadah haji.
Jemaah tersebut adalah Samidin, anggota kelompok terbang (kloter) SUB 23. Dengan alat cukur elektrik yang dibawanya dari Indonesia, ia membantu para jemaah yang ingin segera mencukur rambut setelah melempar jumrah.
“Gratis, cukup dibayar dengan doa,” ujar Samidin saat melayani antrean jemaah di sekitar tenda pemondokan.
Menurut dia, alat cukur elektrik yang digunakan mampu melayani sekitar 10 hingga 15 orang dalam sekali pengisian daya. Selain mencukur hingga gundul, Samidin juga melayani permintaan potongan rambut rapi tanpa memungut biaya.
Untuk mengantisipasi baterai yang habis, ia menyiapkan gunting manual sebagai cadangan. Samidin juga membawa kain penutup guna mencegah potongan rambut mengotori pakaian ihram para jemaah.
Tak hanya membantu proses tahalul, Samidin turut memperhatikan kebersihan lingkungan sekitar. Ia memastikan sisa rambut hasil cukuran segera dibersihkan dan dibuang ke tempat sampah. Lokasi pencukuran pun dipilih di samping tenda, bukan di area kamar mandi, agar tidak mengganggu saluran pembuangan.
“Pernah ada rambut yang menyumbat saluran air di dekat kamar mandi, sehingga menyebabkan mampet. Karena itu kami memilih tempat yang lebih aman,” katanya.
Layanan cukur gratis tersebut mendapat sambutan positif dari para jemaah. Kecepatan dan keterampilan Samidin membuat antrean terus berdatangan sepanjang waktu pelaksanaan tahallul.
Salah satu jemaah yang memanfaatkan layanan itu, Suharno, mengaku terbantu karena dapat segera menyelesaikan tahalul tanpa harus mencari jasa cukur lain. Ia memilih mencukur rambut hingga gundul sebagai bentuk kesungguhan dalam menyempurnakan ibadah hajinya.
“Saya masih harus melaksanakan lempar jumrah lagi, tetapi saya memilih langsung gundul agar tahalul segera tuntas,” ujarnya.
Aksi sederhana Samidin menjadi wujud solidaritas antar sesama jemaah di Tanah Suci. Di tengah padatnya rangkaian ibadah haji, kepedulian tersebut memberikan kemudahan sekaligus mempererat kebersamaan di antara par
Editor: Saibansah Dardani
