
J5NEWSROOM.COM, Jakarta – PT Waskita Karya Infrastruktur (WKI) memperkuat visinya untuk menjadi mitra tepercaya pada bidang sarana infrastruktur dan energi baru terbarukan yang berkelanjutan. Visi tersebut menjadi landasan bagi seluruh strategi transformasi perusahaan yang berjalan melalui tiga tahapan utama, mencakup Pemulihan (perbaikan internal), Reposisi (Perluasan Pangsa Pasar), serta Pertumbuhan Berkelanjutan.
Plt Direktur Utama WKI Bambang Dwi Wijayanto mengatakan, Perseroan tidak hanya mengejar pertumbuhan volume, tetapi juga pertumbuhan yang sehat dan bertanggung jawab. Ia menegaskan, proyek yang diperoleh harus memiliki kepastian penagihan, margin wajar, risiko terkendali, dan tidak berbenturan dengan kepentingan bisnis induk usaha.
Sebagai bagian dari penguatan portofolio, WKI menjalankan lima lini bisnis yang saling melengkapi untuk mendukung pembangunan infrastruktur nasional, yaitu:
1. Konstruksi – pekerjaan sipil untuk sarana infrastruktur nasional, termasuk jalan tol dan bendungan
2. Pengelolaan Peralatan – Pengelolaan alat berat untuk proyek konstruksi dan pertambangan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia
3. Trading – Penyediaan material dan produk pendukung konstruksi
4. Manufaktur – Fabrikasi baja, tower transmisi, modular keet , dan jembatan gantung
5. Investasi di bidang Energi – investasi pada Energi Baru Terbarukan (EBT)
“Dari sisi pengembangan pasar, kami pun terus memperkuat strategi dalam perolehan Nilai Kontrak Baru (NKB). Pertumbuhan NKB naik signifikan dari tahun 2021 sampai 2025, realisasi perolehannya mencapai 100,07 persen dari target pada 2025, ” jelas Bambang.
Khusus pada segmen konstruksi, lanjut dia, realisasi NKB tercapai 104,41 persen dari target. Porsi perolehannya didominasi oleh pasar eksternal, mencerminkan penguatan daya saing WKI di pasar terbuka.
Pada segmen Konstruksi, Bambang menyatakan, saat ini WKI terus mengerjakan sejumlah proyek strategis seperti Proyek Perbaikan Tol Kayu Agung–Palembang, Cetak Sawah Rakyat Kab Merauke, Peningkatan Jalan R. Suprapto dan Jalan Gajah Mada Batam, Proyek Pengaspalan Tol Palembang–Betung 1 & 2, Pekerjaan Tanah Pembangunan Tol Bocimi Seksi 3A & 3B, serta pembangunan Ramp Off Tol Bocimi. Selain itu, WKI turut berkonstribusi atas rampungnya beberapa proyek, di antaranya Tol Cimanggis–Cibitung, Tol IKN, Tol Jakarta-Cikampek II Selatan, Pembangunan Gedung Setpres, hingga Bendungan Rukoh.
Pada segmen Pengelolaan Peralatan, WKI mengelola 341 unit aset peralatan, dan ke depannya akan mengelola kurang lebih sekitar 1.200 unit aset peralatan melalui rencana pengalihan atau inbreng dari PT Waskita Karya (Persero) Tbk sebagai induk usaha yang kini masih berstatus dalam proses dan belum efektif. Status itu sesuai persetujuan serta proses korporasi yang berlaku.
Lanjut di segmen Trading, WKI juga memiliki beragam material yang secara umum ditunjukkan pada proyek-proyek konstruksi di Indonesia seperti material agregat A & agregat B, granular backfill , pasir dan tanah merah.
Di segmen Manufaktur, WKI menyediakan pabrikasi baja yang berlokasi di Cikande. Pabrikasi ini melayani kebutuhan tower transmisi, pabrikasi baja, dukungan proyek, serta operation & maintenance .
“Pada 2026, arah pengelolaan aset ini difokuskan pada optimalisasi alat dan fasilitas melalui penyewaan, pabrikasi, workshop, dan kerja sama. Tujuannya agar menghasilkan pendapatan berulang dan memperkuat arus kas perusahaan, maka WKI selalu siap mendukung infrastruktur negeri sebagai Mitra Infrastruktur,” tutur dia.
Terakhir, pada segmen Investasi di bidang Energi , WKI menegaskan komitmennya untuk terus mendukung transisi energi nasional melalui pengembangan portofolio EBT secara selektif, termasuk pembangkit listrik tenaga air dan solusi EBT lainnya. Inisiatif dimulai dengan investasi di anak usahanya yaitu PT Waskita Sangir Energi yang telah berhasil di Divestasi pada 2025, kemudian dilanjutkan melalui PT Waskita Wado Energi.
Pendekatan yang dilakukan WKI sejalan dengan arah pembangunan berkelanjutan Indonesia masa depan. EBT tetap menjadi salah satu arah strategis jangka panjang perusahaan, yang dijalankan secara terukur dan berbasis kemitraan (partnership-based).
“WKI akan melakukan pemulihan secara bertahap, harapan kami ke depan, agar WKI dapat tumbuh dengan cara yang sehat dan terukur serta berkelanjutan,” kata Bambang.
Editor: Saibansah Dardani
