Tajuk J5NEWSROOM.COM: 61 Tahun Singapura, Lebih dari Sekadar Jiran!

Kehangatan suasana National Day Singapore ke-61 di Radisson Hotel Batam. (Foto: Adil/J5NEWSROOM.COM)

J5NEWSROOM.COM – Ada sesuatu yang selalu menarik setiap kali peringatan National Day, Hari Kebangsaan Singapura, di Batam. Ada suasana persahabatan yang terasa begitu dekat. Ada percakapan yang cair. Ada tawa. Ada salam. Ada jabat tangan. Dan ada perasaan bahwa dua negeri yang dipisahkan oleh laut 20 kilometer itu sesungguhnya tidak pernah benar-benar jauh.

Kamis malam, 3 September 2026, suasana semacam itu kembali terasa di Batam. Resepsi Hari Kebangsaan Singapura ke-61 digelar di Radisson Hotel Batam. Sejumlah pejabat Kepri dan Batam hadir, termasuk Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura, Wali Kota Batam Amsakar Achmad, Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, serta sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat.

Pemerintah Kepri menilai kedekatan geografis Batam dengan Singapura merupakan modal penting untuk memperkuat kerja sama, termasuk investasi dan sektor digital. Nongsa Digital Park bahkan dipandang sebagai salah satu jembatan strategis dalam membangun ekosistem digital yang menghubungkan Batam dengan kawasan Asia.

Pandangan serupa disampaikan Walikota Batam dan Wakil Walikota Batam. Kedekatan geografis dinilai membuka peluang lebih luas di bidang ekonomi, investasi, pariwisata hingga pengembangan sumber daya manusia. J5NEWSROOM.COM memandang semua itu sebagai suatu anugerah Tuhan YME yang patut disyukuri.

Lebih dari satu dasawarsa, kami selalu mendapat kehormatan menerima undangan dari Konsulat Jenderal Singapura di Batam untuk menghadiri malam syukuran peringatan Hari Kebangsaan Singapura. Kami hadir bukan hanya sebagai wartawan.

Tetapi sebagai sahabat dan tetangga. Kami datang sebagai bagian dari masyarakat Batam yang ikut merasakan kegembiraan para warga negara Singapura yang bekerja, berusaha maupun bermukim di kota ini.

Setiap National Day Singapore selalu menghadirkan pengalaman yang sulit diterjemahkan sepenuhnya dengan kata-kata. Ada suasana kekeluargaan yang tumbuh secara alamiah.

Ada pula tradisi standing party atau yang sering kami sebut sebagai ‘kenduri berdiri’. Semua berdiri, bercengkrama, menikmati hidangan, mendengarkan pidato dan merayakan hari bersejarah sebuah negara tetangga. Tidak lupa, kembang api meriah di puncak acara kenduri Singapura tersebut.

BACA JUGA: ‘Kenduri Berdiri’ National Day Singapura ke-57 Batam Satukan Ansar dan Rudi

Tradisi itu pernah kami catat ketika National Day Singapore ke-57 dirayakan di Batam pada 2022 lalu. Saat itu, para pejabat Kepri dan Batam, pengusaha, diplomat, serta warga Singapura yang tinggal di Batam berbaur dalam satu ruangan. Bahkan Menteri Luar Negeri Kedua Singapura ketika itu, Mohamad Maliki Osman, menyampaikan bahwa hubungan Batam dan Singapura harus terus ditingkatkan untuk saling mendukung.

Setahun kemudian, suasana yang sama kembali terasa. Maliki Osman bersama istrinya memainkan instrumen ‘Winter Sonata’ dalam peringatan National Day Singapore ke-58 di Batam. Momentum itu bahkan digunakan untuk menggalang donasi bagi Palang Merah Indonesia (PMI). Maliki ketika itu menyebut Batam sebagai mitra Singapura dan menegaskan bahwa Singapura merupakan salah satu mitra dagang dan investor terbesar Kepri.

Bagi J5NEWSROOM.COM, dua peristiwa itu memberikan pesan sederhana tetapi penting, yaitu hubungan antarnegara tidak selalu harus dibangun melalui meja diplomasi yang kaku. Kadang-kadang, hubungan yang paling kuat justru tumbuh dari secangkir kopi, makan malam, musik, senyum, persahabatan dan rasa saling menghormati.

Investasi Harus Mengikuti Kehangatan Persahabatan

Namun, J5NEWSROOM.COM juga berpandangan bahwa kehangatan hubungan Indonesia-Singapura, khususnya Batam dan Singapura, jangan berhenti pada seremoni. Persahabatan harus melahirkan manfaat. Investasi harus menghadirkan lapangan pekerjaan.

Kerja sama harus membuka kesempatan bagi anak-anak muda Kepri untuk mendapatkan pengetahuan, keterampilan dan pengalaman baru. Hubungan ekonomi juga harus memberikan ruang yang lebih luas bagi pelaku UMKM dan dunia usaha lokal.

Jika Batam menjadi pintu masuk investasi Singapura ke Indonesia, maka Batam juga harus menjadi pintu masuk bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Di sinilah hubungan Batam-Singapura harus memasuki babak baru. Bukan lagi sekadar hubungan investor dan penerima investasi. Bukan hanya hubungan eksportir dan importir. Melainkan hubungan dua kawasan yang tumbuh bersama.

BACA JUGA: Demi Menggalang Dana PMI, Menlu Singapura Maliki Osman dan Istri Memainkan Instrumen ‘Winter Sonata’ di Batam

Singapura memiliki keunggulan teknologi, finansial, tata kelola dan jejaring global. Batam memiliki posisi geografis, kawasan industri, tenaga kerja, potensi pariwisata dan kedekatan langsung dengan pasar Indonesia. Jika kedua kekuatan itu dipadukan secara adil dan strategis, manfaatnya tentu akan jauh lebih besar.

Belajar dari Singapura, Membuka Pintu untuk Johor

J5NEWSROOM.COM juga ingin menyampaikan satu hal yang tidak kalah penting. Jika kehangatan hubungan Batam dan Singapura bisa terbangun begitu baik, mengapa kehangatan yang sama tidak diperluas kepada jiran kita yang lain?

Malaysia. Lebih khusus lagi, Kerajaan Johor Bahru.

Batam, Singapura dan Johor Bahru berada dalam satu kawasan yang secara geografis begitu dekat. Ketiganya merupakan bagian dari kawasan pertumbuhan ekonomi yang memiliki sejarah, budaya dan hubungan masyarakat yang panjang.

Karena itu, tidak ada alasan untuk tidak membangun silaturahmi yang lebih kuat antara Batam dengan Johor. Bukan untuk membandingkan siapa yang lebih maju. Bukan pula untuk memilih satu jiran dan meninggalkan jiran lainnya. Sebaliknya, justru untuk membangun kawasan yang saling menguatkan.

Di tengah persaingan kawasan yang semakin ketat, hubungan bertetangga yang baik adalah modal yang tidak boleh diremehkan. Tidak ada kerugian sedikit pun dalam membangun silaturahmi dengan tetangga. J5NEWSROOM.COM berharap kehangatan hubungan Kepri-Batam dengan Singapura terus dipelihara.

Semoga setiap National Day Singapore di Batam bukan sekadar agenda protokoler tahunan, tetapi menjadi momentum untuk mengevaluasi apa yang telah dilakukan bersama dan apa yang masih dapat dikerjakan bersama. Kita berharap lebih banyak investasi Singapura masuk ke Batam.

Tetapi pada saat yang sama, kita ingin investasi itu memberi manfaat lebih besar bagi masyarakat Indonesia. Kita ingin lebih banyak anak muda Batam dan Kepri mendapatkan kesempatan bekerja dan belajar. Kita ingin teknologi dan pengetahuan yang dibawa investasi asing ikut memperkuat kemampuan generasi muda Indonesia. Kita ingin UMKM lokal ikut menikmati denyut pertumbuhan ekonomi yang lahir dari hubungan Batam-Singapura.

Karena itu, kepada sahabat-sahabat Singapura, J5NEWSROOM.COM menyampaikan, Selamat Hari Kebangsaan Singapura ke-61. Semoga Singapura semakin maju, semakin sejahtera dan semakin jaya.

Suai?