Aktivitas Anak Krakatau Meningkat, Sekolah di Lampung Kembali Terapkan PJJ

Wagub Lampung Jihan Nurlela dalam konferensi pers di Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Provinsi Lampung, Selasa, 8 September 2026. (Foto: RMOL)

J5NEWSROOM.COM, Pemerintah Provinsi Lampung kembali memperpanjang pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) setelah aktivitas Gunung Anak Krakatau menunjukkan peningkatan. Rencana pembelajaran tatap muka yang sebelumnya akan kembali diberlakukan akhirnya ditunda demi mengantisipasi dampak abu vulkanik.

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengatakan, seluruh satuan pendidikan di Lampung diminta kembali melaksanakan pembelajaran secara daring pada Rabu dan Kamis, 9-10 September 2026.

Kebijakan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Gubernur Lampung Nomor 100.3.4/14/V.01/2026 tentang Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Akibat Dampak Abu Vulkanik. Surat itu ditujukan kepada kepala daerah di 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung.

“Kami memutuskan untuk menyesuaikan kembali kebijakan tersebut,” ujar Jihan dalam konferensi pers di Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Provinsi Lampung, Selasa (8/9/2026) malam.

Keputusan memperpanjang PJJ diambil setelah Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi pada Selasa sore. Sejak pagi, gunung api tersebut tercatat mengalami empat kali erupsi.

Erupsi pertama terjadi pada pukul 05.35 WIB selama 15 detik, disusul erupsi pada pukul 05.44 WIB selama 10 detik. Selanjutnya, erupsi kembali terjadi pada pukul 07.49 WIB selama 19 detik dan pukul 11.34 WIB selama 17 detik.

Aktivitas vulkanik kembali terjadi pada pukul 17.51 WIB dengan durasi lebih lama, yakni sekitar 31 detik. Erupsi tersebut juga terekam kamera, sementara hasil pemantauan seismograf menunjukkan peningkatan amplitudo sekitar 50.

Pemerintah juga mencermati kondisi angin yang bergerak ke arah barat laut dan utara. Arah tersebut berpotensi membawa abu vulkanik menuju wilayah Lampung. Kecepatan angin berada pada kategori rendah hingga sedang dan masih dapat berubah sewaktu-waktu.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Thomas Amirico mengatakan, keputusan memperpanjang PJJ dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan para peserta didik.

Menurut Thomas, empat erupsi yang terjadi sebelumnya memang berlangsung relatif singkat. Namun, kondisi berubah setelah erupsi pada sore hari berlangsung lebih lama dan arah angin berpotensi membawa abu menuju Lampung.

“Demi keselamatan anak-anak kita karena memang ada potensi akan ada abu lagi, kami putuskan tadi berdasarkan arahan pimpinan untuk memperpanjang daring atau PJJ-nya selama dua hari, dari hari Rabu sampai hari Kamis,” kata Thomas.

Thomas berharap kondisi udara segera membaik sehingga pembelajaran tatap muka dapat kembali dilaksanakan pada Jumat, 11 September 2026.

Selama PJJ berlangsung, seluruh sekolah juga diminta melakukan pembersihan lingkungan dan fasilitas pendidikan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan ruang kelas dalam kondisi aman sebelum kegiatan belajar mengajar tatap muka kembali dimulai.

Kebijakan PJJ berlaku bagi seluruh jenjang pendidikan di Lampung, mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD), sekolah dasar, hingga SMA dan SMK.

Thomas menegaskan, kebijakan pembelajaran akan terus disesuaikan dengan perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau serta kondisi sebaran abu vulkanik.

“Artinya, kalau dia meningkat, tentu ada kebijakan lanjutan. Kalau dia tidak meningkat, tentu ya kita akan tatap muka proses belajar,” ujarnya.

Sumber: RMOL
Editor: Agung