
Lahan itu luasnya 3,5 kali lebih besar dari lahan semula. Solusi itu mengakhiri permasalahan pembangunan masjid di komplek TVM. Semua pihak bahagia. Padahal, awalnya, solusi itu sempat ditentang sebagian pengurus masjid. Dua minggu waktu dibutuhkan Anies hingga idenya berhasil diterima.
Ilham juga menyinggung kesulitan mendapatkan waktu Anies untuk meresmikan masjid di saat injury time. Sisa masa jabatannya tinggal sepekan. Namun, Gubernur Anies akhirnya datang meresmikan, sesuai janji sebelum masa jabatannya habis 16 Oktober 2022 mendatang.
“Tidak jadi Gubernur DKI pun, Anies lah yang paling berhak meresmikan, karena dialah sesungguhnya penemu Masjid At Tabayyun, penemu solusinya. Penemu obat yang membuat semua orang happy,” kenang Ilham.
Para pengurus Masjid At Tabayyun yang hadir dalam kesempatan itu, antaranya Irjenpol (Pur) DR Burhanuddin Andi, Erlangga, Andre Suyatman, Ending Ridwan, Apang Taufiq, Husni Tamsil, dan Refly.
Sedangkan tamu-tamu antara lain, musisi Dwiki Dharmawan, Jobi Triananda, Wahyu Muryadi, Asro Kamal Rokan, Timbo Siahaan, AS Kobalen, Leroy Oesmani, Faidal Yuri, Jamal Albilad, Fachry Mohammad, Rahma Sarita, Dian Islamiyati, Taufiq.

Ikut juga menyemarakkan acara pelbagai pimpinan ormas Islam, warga TVM dan sekitarnya, serta Walikota Jakarta Barat Yani Wahyu Purwoko, dan Asisten Kesra Pemprov DKI, Uus Kuswanto.
Anies Baswedan sangat senang dan bersimpati pada perjuangan warga muslim Taman Villa Meruya dalam mendirikan masjid. Makanya, ketika akan meresmikan masjid itu, dia sempat mengirimkan pesan puitis di prasasti yang kemudian ditanda tanganinya.
Prasasti itu mengimpresikan historis dan harapan sekaligus. Sebuah pesan untuk memberi semangat pada warga muslim di Taman Villa Meruya. Inilah doa puitis Anies tersebut.
“Masa Penantian warga untuk hadirnya sebuah masjid telah panjang.
Tapi sesungguhnya masa kebermanfaatannya akan jauh lebih panjang.
Semoga masjid ini menjadi sumur amat dalam yang mengalirkan pahala jariyah pada semua yang mengikhtiarkannya kemarin dan semua yang memakmurkan esok.”
Editor: Saibansah
2
