Pesawat Kargo Boeing 767 Milik FedEx Airlines Mendarat di Bandara Istanbul Tanpa Roda Depan

Pesawat kargo Boeing 767 BA.N milik FedEx Airlines, mendarat di Bandara Istanbul tanpa menggunakan roda pendaratan depannya tetapi berhasil tetap berada di landasan dan menghindari korban jiwa, di landasan pacu di Istanbul, Turki, 8 Mei 2024. (REUTERS/Umit Bektas)

J5NEWSROOM.COM, Turki – Sebuah pesawat kargo Boeing 767 milik FedEx Airlines mendarat di bandara Istanbul, Rabu (8/5) tanpa roda pendaratan depan, tetapi pesawat itu berhasil tetap berada di landasan pacu dan menghindari jatuhnya korban jiwa.

Kementerian Transportasi Turki mengatakan pesawat yang terbang dari bandara Charles de Gaulle Paris itu memberitahu menara pengawas di bandara Istanbul bahwa roda pendaratannya gagal terbuka dan mendarat dengan panduan dari menara pengawas tersebut.

Tim penyelamat dan pemadam kebakaran bandara telah dikerahkan sebelum pesawat kargo itu mendarat, namun tidak ada laporan korban luka-luka. Kementerian itu belum memberi penjelasan mengapa roda pendaratan gagal terbuka.

Pesawat kargo Boeing 767 yang sudah berusia hampir sepuluh tahun ini merupakan salah satu pesawat kargo yang paling umum digunakan, dan bentuknya didasarkan pada model pesawat penumpang Boeing 767 yang berasal dari tahun 1980-an.

Dalam sebuah pernyataan, FedEx mengatakan pihaknya sedang berkoordinasi dengan pihak penyelidik dan akan “memberikan informasi tambahan jika tersedia.”

Rekaman video yang diperoleh Reuters menunjukkan percikan api memancar dan asap terlihat saat bagian depan pesawat yang tidak memiliki roda bergesekan dengan landasan pacu, sebelum akhirnya berhenti dan disiram dengan busa pemadam kebakaran.

Otoritas bandara di Istanbul mengatakan landasan pacu tersebut sempat ditutup sementara untuk lalu lintas udara, namun landasan pacu lain tetap beroperasi normal.

Produsen pesawat biasanya tidak terlibat dalam pengoperasian atau pemeliharaan pesawat setelah memasuki masa layanan, tetapi Boeing sedang berada dalam pengawasan ketat pihak berwenang dan media setelah serangkaian insiden pada pesawat 737 yang lebih kecil.

Produsen pesawat Amerika itu belum dapat dihubungi untuk dimintai tanggapan.

Sumber: voaindonesia.com
Editor: Saibansah