Dr Aqua Dwipayana: Motivasi yang tepat dari Pelatih, Kunci Penting Prestasi Optimal Atlet

Flayer motivasi dan sharing komunikasi Dr Aqua Dwipayana untuk jajaran KONI di Surabaya. (Foto: J5NEWSROOM.COM)

J5NEWSROOM.COM, Surabaya – Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana mengungkapkan dukungan dan motivasi yang tepat dari seorang pelatih adalah kunci penting bagi atlet untuk mencapai prestasi optimal dalam bidang olahraga.

Dr Aqua Dwipayana memaksimalkan jadwal Sharing Komunikasi dan Motivasi di lingkungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jawa Timur dengan berbicara kepada kalangan pelatih cabang olahraga (cabor).

Sebelumnya, Dr Aqua Dwipayana juga memberikan sharing kepada hampir 250 atlet dari berbagai cabor. Kali ini, sharing disampaikan kepada kurang lebih 200 pelatih dari 70 cabor. Sharing dilaksanakan, Rabu, 5 Juni 2024 siang, di Ruang Auditorium Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan lantai III Universitas Negeri Surabaya Jalan Lidah Wetan Kecamatan Lakarsantri, Kota Surabaya.

Pembicara yang telah mendatangi 38 provinsi di Indonesia dan 35 negara itu menyebut beberapa elemen penting dari dukungan dan motivasi yang efektif:

  • Pemberian Umpan Balik Konstruktif: Pelatih perlu memberikan umpan balik yang jelas, spesifik, dan membangun. Umpan balik ini membantu atlet memahami kekuatan mereka dan area yang perlu ditingkatkan.
  • Pembinaan Mental: Motivasi tidak hanya berasal dari aspek fisik, tetapi juga mental. Pelatih yang baik membantu atlet mengembangkan ketangguhan mental, mengatasi tekanan, dan tetap fokus pada tujuan mereka.
  • Membangun Kepercayaan Diri: Pelatih yang memberikan dukungan positif dan mengakui pencapaian kecil dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri atlet. Keyakinan diri yang tinggi seringkali berkorelasi dengan performa yang lebih baik.
  • Penyediaan Sumber Daya yang Memadai: Pelatih harus memastikan bahwa atlet memiliki akses ke peralatan, fasilitas, dan informasi yang diperlukan untuk berkembang.
  • Perencanaan dan Penetapan Tujuan: Membantu atlet menetapkan tujuan yang realistis dan terukur, serta merencanakan langkah-langkah untuk mencapainya, sangat penting. Pelatih yang baik akan membimbing atlet dalam merencanakan program latihan yang sesuai dengan tujuan jangka pendek dan jangka panjang.
  • Empati dan Dukungan Emosional: Memahami bahwa atlet juga manusia yang memiliki kehidupan di luar olahraga. Dukungan emosional dan empati dari pelatih dapat membuat atlet merasa dihargai dan didukung, yang pada gilirannya meningkatkan kinerja mereka.
  • Pemahaman Individu: Setiap atlet adalah unik. Pelatih yang efektif memahami kebutuhan, kekuatan, kelemahan, dan preferensi masing-masing atlet, serta menyesuaikan pendekatan mereka untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
  • Menciptakan Lingkungan Positif: Lingkungan latihan yang positif dan inklusif dapat meningkatkan motivasi dan kebahagiaan atlet. Ini termasuk menjaga suasana tim yang harmonis dan saling mendukung.

Pembinaan Mental

Selain aspek fisik, pembinaan mental juga merupakan bagian penting dari komunikasi efektif. Pelatih yang mampu memotivasi atlet dengan kata-kata yang tepat dapat membantu meningkatkan ketangguhan mental mereka. Atlet yang memiliki mental yang kuat lebih mampu menghadapi tekanan dan tetap fokus pada tujuan. “Kata-kata semangat dari pelatih akan selalu memberi dorongan ekstra kepada atlet saat bertanding,” ucap Dr Aqua Dwipayana.

Pembicara yang hobi membaca itu sangat bersyukur ketemu para pelatih karena dapat menyimak langsung pengalaman mereka saat melatih para atlet. Banyak hal menarik terutama dari aspek komunikasi.

“Saya yakin banyak sekali suka duka para pelatih melatih para atletnya. Rasa syukur dan kepuasan batinnya muncul saat atlet yang dibinanya berprestasi. Usaha yang dilakukan para pelatih memberikan hasil maksimal,” ujar Dr Aqua Dwipayana.

Dalam dunia olahraga, lanjut motivator kawakan itu, peran pelatih tidak hanya sebatas memberikan instruksi teknis dan strategi permainan. Komunikasi yang efektif antara pelatih dan atlet telah terbukti menjadi faktor penting dalam mendorong prestasi optimal. Pelatih yang mampu berkomunikasi dengan baik dapat menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan fisik dan mental atlet, sehingga mereka mampu mencapai puncak performa.

Pelatih yang sukses selalu memberikan umpan balik yang jelas, spesifik, dan konstruktif kepada atletnya. Umpan balik ini tidak hanya berfokus pada kelemahan yang perlu diperbaiki, tetapi juga pada kekuatan yang harus dipertahankan dan dikembangkan. “Berikan umpan balik yang membangun. Ketika atlet tahu apa yang mereka lakukan dengan benar dan apa yang perlu diperbaiki, mereka lebih termotivasi untuk bekerja keras,” ujar Dr Aqua Dwipayana.

Staf Ahli Ketua Umum KONI Pusat tersebut mengatakan, selain aspek fisik, pembinaan mental juga merupakan bagian penting dari komunikasi efektif. Pelatih yang mampu memotivasi atlet dengan kata-kata yang tepat dapat membantu meningkatkan ketangguhan mental mereka. Atlet yang memiliki mental yang kuat lebih mampu menghadapi tekanan dan tetap fokus pada tujuan.

“Pelatih yang mendukung dan mengakui pencapaian kecil atletnya membantu membangun kepercayaan diri mereka. Ketika pelatih memuji atlet, ia akan merasa dihargai dan termotivasi untuk lebih baik lagi,” kata Dr Aqua menegaskan.

Komunikasi yang efektif, tambah pembicara yang telah memotivasi lebih dari 2 juta orang baik di Indonesia maupun di puluhan negara itu, juga melibatkan perencanaan dan penetapan tujuan yang jelas. Pelatih membantu atlet menetapkan tujuan jangka pendek dan jangka panjang serta merencanakan langkah-langkah untuk mencapainya. Lingkungan latihan yang positif dan inklusif juga merupakan hasil dari komunikasi yang efektif. Pelatih yang menciptakan suasana tim yang harmonis dan saling mendukung dapat meningkatkan motivasi dan kebahagiaan atlet.

Pesan Ketua Umum KONI Pusat

Dalam kesempatan tersebut, Dr Aqua Dwipayana juga menyinggung pesan Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman yang secara khusus disampaikan kepadanya sebelum Sharing Komunikasi dan Motivasi di KONI Jawa Timur. Sebagai berikut:

  1. PON XXI 2024 Aceh – Sumatera Utara adalah multi event olahraga nasional terbesar yang digelar 4 Tahun sekali. Pertama kali digelar di 2 provinsi yang diikuti 38 provinsi termasuk 4 Daerah Otonomi Baru.
  2. Prestasi Atlet diharapkan lebih baik dari PON sebelumnya sebagai wujud hasil Pembinaan KONI Provinsi berkolaborasi dengan Pengurus Provinsi Cabang Olahraga kepada para atletnya.
  3. Atlet Jawa Timur harus membuat masyarakat Jawa Timur bangga atas prestasi yang dicapai. Pada PON Papua berada di peringkat ke-3, hanya selisih 1 medali emas dengan DKI Jakarta yang berada di peringkat ke-2.
  4. Pada PON XXI 2024 saatnya Jawa Timur menjadi Juara Umum dengan dukungan luar biasa yang diberikan Gubernur, Pemda, dan bantuan masyarakat Jawa Timur. Hal tersebut sangat mungkin dicapai.
  5. Raih Prestasi terbaik dengan menjunjung tinggi sportivitas. Juara PON adalah mereka yang akan mewakili Indonesia pada multi dan single event internasional. Buat masyarakat Jawa Timur dan orang tua bangga atas prestasi yang dicapai.
  6. Bicara Olahraga bicara Merah Putih. Olahraga Pemersatu Bangsa. Jadilah agen Pemersatu Bangsa dan Garda Terdepan yang mewujudkan perdamaian dimanapun patriot olahraga berada.

Awali di Jawa Timur

Kehadiran Dr Aqua Dwipayana di Surabaya untuk melaksanakan Sharing Komunikasi dan Motivasi kepada ratusan atlet dan pelatih dari berbagai cabang olahraga merupakan awal dari kegiatan motivasinya kepada KONI provinsi. Tujuan utamanya untuk memberi semangat kepada seluruh peserta agar optimal berjuang untuk meraih prestasi terbaik dan meningkatkan kemampuan komunikasi mereka.

Rencananya setelah dari Jawa Timur, Dr Aqua Dwipayana akan melaksanakan Sharing Komunikasi dan Motivasi di KONI 37 provinsi lainnya. Di sela jadwalnya yang sangat padat termasuk melaksanakan silaturahim, pembicara laris itu berusaha secara maksimal agar sebelum PON XXI Aceh dan Sumatera Utara pada September 204 mendatang, telah menuntaskan kegiatannya.

Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman yang secara khusus menugaskan Dr Aqua Dwipayana untuk melakukan itu. Meminta motivator kawakan tersebut memprioritaskan waktunya mendatangi 38 KONI Provinsi untuk memberikan Sharing Komunikasi dan Motivasi kepada para pengurus KONI Provinsi dan semua pegawainya, para atlet, dan semua pelatih.

“Saya tahu selama ini jadwal silaturahim serta Sharing Komunikasi dan Motivasi Pak Aqua sangat padat. Nyaris hampir setiap hari keliling Indonesia bahkan juga ke mancanegara. Meski begitu saya minta Pak Aqua untuk memprioritaskan waktunya untuk menyemangati teman-teman di KONI Provinsi termasuk para atlet dan semua pelatih,” ujar Marciano sambil menyampaikan harapannya.

Dr Aqua Dwipayana dengan penuh rasa syukur menyambut gembira yang disampaikan Marciano. Berniat dan bertekad melaksanakannya hingga tuntas dengan hasil yang berkualitas.

“InsyaAllah semua pesan Pak Marciano dengan senang hati saya laksanakan. Memulainya di KONI Jawa Timur. Bismillahirrohmannirrohim…” Ucap Dr Aqua Dwipayana.

Tentang KONI Provinsi Jawa Timur

Visi

Terwujudnya Puslatda Jawa Timur 100-V dalam mendukung Provinsi Jawa Timur menduduki posisi terbaik pada PON XXI tahun 2024 di Aceh dan Sumatera Utara.

Misi

· Menyiapkan dan menyelenggarakan kegiatan Puslatda Jawa Timur 100-V yang terintegrasi dan berkualitas dengan mengoptimalkan sumber-sumber yang ada.

· Meningkatkan prestasi olahraga dengan pendekatan Ilmu pengetahuan dan teknologi secara profesional dengan sumber daya terbatas.

· Mencapai prestasi cabang olahraga dalam setiap kejuaraan nasional dan internasional.
· Mencapai prestasi puncak dan memecahkan rekor prestasi pada PON XXI tahun 2024 untuk beberapa caang olahraga terukur tertentu; dan menjadi penyumbang terbesar atlet-atlet nasional.

Prestasi pada tiga PON terakhir:

  • PON XVIII 2012 : Juara umum III.
  • PON XIX 2016 : Juara umum II.
  • PON XX 2021 : Juara Umum III.

Target KONI Jawa Timur pada PON XXI: juara umum I di PON XXI 2024 Aceh dan Sumatera Utara.

Pimpinan: Drs. Muhammad Nabil M.Si (Ketua Umum KONI Jawa Timur).

Nilai-nilai yang selalu ditanamkan:

  1. Fokus dan Konsisten dalam pelaksanaan Puslatda.
  2. Pelatih dan atlet harus percaya diri dan tidak sombong.
  3. Pelatih dan atlet harus memiliki integritas.

Sejarah KONI

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) atau Komite Olahraga Nasional (KON) adalah lembaga otoritas keolahragaan di Indonesia. Mengutip laman resmi KONI, Komite Olahraga Nasional Indonesia adalah satu-satunya organisasi yang berwenang dan bertanggung jawab mengelola, membina, mengembangkan, dan mengkoordinasikan seluruh pelaksanaan kegiatan olahraga prestasi setiap anggota di Indonesia.

Kantor pusat KONI berada di Jakarta. Adapun, Ketua Umum KONI saat ini dijabat oleh Letjen TNI (Purn) Marciano Norman. KONI memiliki anggota 38 KONI Provinsi yang membawahi 514 KONI Kabupaten/Kota, 71 organisasi induk cabang olahraga dan 6 organisasi fungsional.

Berdirinya KONI diawali dari pembentukan Ikatan Sport Indonesia (ISI) yang dibentuk pada tanggal 8 Oktober 1938 dengan Sutardjo Kartohadikusumo sebagai ketua. ISI dibentuk oleh beberapa organisasi olahraga yaitu Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Perserikatan Lawn Tenis Indonesia (Pelti), dan Perserikatan Bola Keranjang Seluruh Indonesia (PBKSI) yang sekarang dikenal sebagai Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi).

Saat didirikan, ISI memiliki tujuan sebagai sarana perjuangan bangsa Indonesia agar dihargai pemerintah kolonial Belanda, memperbaiki dan memperkuat organisasi olahraga yang telah ada sebelumnya, serta sebagai alat pendidikan nasional yang dapat menyehatkan jiwa bangsa Indonesia.

Pada 15-22 Oktober 1938, ISI menggelar Pekan Olahraga ISI di Surakarta. Tanggal 15 Oktober 1938 pun menjadi momentum perjuangan bangsa Indonesia melalui olahraga dan sebagai hari berdirinya Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Pada 2005, pemerintah mengeluarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional dan melakukan reorganisasi KONI menjadi Komite Olahraga Nasional (KON) dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI). KON melakukan pembinaan dalam negeri dan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON), sementara KOI melakukan kegiatan pengiriman atlet ke luar negeri dan penyelenggara pekan olahraga internasional di Indonesia.

Editor: Agung