Kemenhaj Tetapkan Tiga Pilar Kesuksesan Demi Mewujudkan Haji Mabrur 2026

Sekretaris Direktorat Jenderal Pelayanan Haji Kemenhaj RI, Dr. Abdul Haris saat menyampaikan materi paparannya. (Foto: Saibansah/J5NEWSROOM.COM)

J5NEWSROOM.COM, Jakarta – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menetapkan tiga pilar utama sebagai kerangka keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026, dengan target akhir adalah mewujudkan haji yang mabrur bagi seluruh jamaah. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat kualitas layanan serta pengalaman ibadah yang dirasakan oleh calon jamaah Indonesia.

Pilar pertama yang ditekankan adalah aspek keselamatan dan keamanan jamaah sepanjang rangkaian ibadah. Kemenhaj memastikan bahwa setiap proses operasional, mulai dari persiapan di tanah air hingga kepulangan, dirancang dengan standar keselamatan tinggi agar jamaah dapat melaksanakan ibadah tanpa gangguan berarti.

Aspek berikutnya adalah kenyamanan dan kemudahan layanan, di mana penyelenggara berfokus pada penyederhanaan prosedur, peningkatan fasilitas, serta penyediaan informasi yang komprehensif bagi jamaah. Semua elemen ini dilakukan untuk memberikan ruang yang luas bagi jamaah berkonsentrasi pada ibadah tanpa terlalu terbebani oleh urusan administratif.

Pilar terakhir yang menjadi perhatian adalah spirit spiritual dan nilai ibadah mabrur. Kemenhaj menegaskan bahwa meskipun aspek teknis sangat penting, keberhasilan haji tidak hanya diukur dari fisik atau layanan semata, tetapi juga dari pembentukan pengalaman religius yang layak disebut haji mabrur, sebuah haji yang tidak hanya selesai secara ritual, tetapi membawa perubahan positif dalam kehidupan jamaah.

Seluruh komponen ini kemudian dilengkapi dengan pembinaan bagi petugas haji, penguatan koordinasi antar lembaga terkait, serta penggunaan pendekatan teknologi untuk mendukung layanan. Semua unsur ini dinilai harus berjalan seiring agar target tiga pilar tersebut dapat tercapai secara menyeluruh.

Kemenhaj juga mengajak masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk berperan aktif dalam mewujudkan penyelenggaraan haji yang berkualitas. Partisipasi aktif dari berbagai pihak, termasuk pembinaan pemahaman ibadah sejak dini, dianggap penting untuk memastikan jamaah dapat menjalani proses haji dengan baik dan mendapatkan predikat mabrur.

Dengan kerangka tiga pilar tersebut, pemerintah berharap penyelenggaraan haji tahun 2026 tidak hanya memenuhi standar operasional, tetapi juga memberi makna spiritual mendalam bagi setiap jamaah yang menunaikan rukun Islam kelima ini.

Editor: Saibansah Dardani