Silaturahim ke Orang Yang Pernah Berbuat “Dholim”?

Oleh Dr Muhammad Zen

Menyimak tulisan Mas Aqua Dwipayana berjudul Dahsyatnya Silaturahim, Setiap Hari Aktivitas Lancar dan Banyak Dapat Rezeki saya jadi tergelitik untuk menanggapi.

Silaturahim seakan akan sudah menjadi bagian integral dari kehidupan Mas Dr Aqua Dwipayana. Banyak pihak ingin menjalankan silaturahim dengan intensitas tinggi. Namun seringkali silaturahmi tersebut tidak se-intensif yang dilakukan motivator nasional ini.

Saya pernah menemani silaturahim Mas Aqua saat beberapa jam berada di Kota Malang. Silaturahim dimulai setelah Magrib ke tokoh penting di Kota Apel tersebut. Usai dari satu tokoh berpindah silaturahim ke tokoh lain, dan baru kembali ke hotel saat tengah malam atau menjelang dini hari. Tercatat ada 5 orang figur yang dikunjungi mulai lepas Magrib hingga tengah malam tersebut. Padahal siang hari sebelumnya Dr Aqua baru saja mengisi acara penting di Surabaya.

Jadi yang saya tahu hari itu acara motivator yang mantan wartawan ini sangat padat, tapi untuk silaturahim seakan akan Mas Aqua tidak punya rasa lelah.

Memang tidak sulit menjalankan silaturahim saat seputar hari raya Idul Fitri misalnya. Karena memang silaturahim ketika Idul Fitri sudah menjadi tradisi dalam kultur warga Indonesia. Namun silaturahim yang dijalankan Mas Aqua beda. Nyaris sepanjang hidupnya dijalani untuk silaturahim dan untuk kemaslahatan umat atau untuk kebaikan orang lain.

Tidak Dendam ke yang Memfitnah

Uniknya silaturahim yang dijalankan doktor lulusan Program S3 Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran ini bukan hanya dilakukan pada teman baik, sahabat atau kolega yang selama ini pernah berinteraksi secara positif saja.

Banyak orang memang suka silaturahim ke kolega yang selama ini sudah terjalin komunikasi yang baik alias pernah jadi teman akrab. Dahulu pernah jadi teman baik dan lama tidak jumpa sehingga ingin menjalin kembali keakraban itu dengan silaturahim. Intinya banyak orang suka silaturahim karena orang yang dikunjungi tersebut pernah “berbuat baik” kepadanya.

Namun silaturahim yang dijalankan Mas Aqua bukan hanya itu. Kepada teman temannya (teman baik maksudnya) jelas secara rutin sering dikunjungi, termasuk teman yang kini bermukim di Mancanegara.

Namun Dr Aqua juga sering menjalankan silaturahim ke orang lain yang dulu pernah (atau bahkan sering) melemparkan fitnah kepadanya. Mas Aqua silaturahim ke orang-orang yang pernah membully-nya. Tak jarang pria rendah hati ini merajut silaturahmi kepada orang yang pernah berbuat “dholim” kepadanya. Sama sekali tidak dendam ke mereka.

Silaturahim ke orang yang telah berbuat baik kepada kita memang mudah. Tapi silaturahim ke orang yang pernah berbuat dholim ke kita, pernah mem-bully kita, atau pernah melempar fitnah ke kita, sungguh tidak mudah. Tapi itulah yang sudah sering dilakukan Mas Aqua.

Hasilnya? Luar biasa. Orang yang pernah melempar fitnah, pernah mem-bully atau men-dholimi tersebut jadi malu sendiri dan terjalinlah lagi hubungan baik dengan Mas Aqua. Tali silaturrahmi yang semula sempat terputus, tersambung lagi. Langkah menjalin silaturahim ke orang yang pernah berbuat jelek ke kita, yang telah dilakukan motivator kondang ini sering membuat orang tersebut jadi sadar diri dan berubah jadi baik.

Tapi yang paling penting menurut saya, langkah Mas Aqua yang mantan Humas perusahaan besar itu bisa jadi teladan atau contoh konkrit bagi kita semua.

Selain menjalin silaturahim kembali, sikap Mas Aqua kepada orang yang pernah berbuat “kurang baik” kepadanya, juga selalu mendoakan yang terbaik bagi orang tersebut.

Semoga kita bisa menjadikan kisah nyata yang telah diukir Dr Aqua Dwipayana ini sebagai cermin bagi kita, untuk kebaikan hidup kita di masa kini dan masa mendatang. Aamiin Ya Rabbal Alamin.

Muhammad Zen wartawan senior yang tinggal di Malang, Jawa Timur.