Raja Yordania Tegaskan Tak Akan Biarkan Negaranya Terseret Konflik AS-Iran

Raja Yordania Abdullah II (Foto: AFP)

J5NEWSROOM.COM, Raja Abdullah II menegaskan Yordania tidak akan membiarkan negaranya terseret dalam pusaran konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Sikap tersebut disampaikan saat pertemuan dengan anggota Dewan Asosiasi Pers Yordania di Istana Al Husseiniya, Amman, Rabu, 25 Februari 2026.

Dalam forum itu, Abdullah II menekankan bahwa Yordania tidak akan mentolerir pelanggaran wilayah udara dan menolak keras negaranya dijadikan arena tempur apabila perang antara AS dan Iran pecah. “Yordania tidak akan membiarkan wilayah udaranya dilanggar dan tidak akan menjadi medan perang,” tegasnya, seraya menambahkan bahwa dialog dan solusi politik menjadi kunci untuk mencegah eskalasi lebih jauh.

Sikap Amman mengemuka di tengah laporan Axios yang menyebut pemerintahan Presiden Donald Trump dan Iran kemungkinan membahas peluang kesepakatan sementara sebelum tercapai perjanjian nuklir komprehensif.

Namun di saat bersamaan, laporan The New York Times mengungkap adanya peningkatan kehadiran militer AS di kawasan. Disebutkan lebih dari 60 pesawat tempur AS kini ditempatkan di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti, Yordania, sekitar tiga kali lipat dari jumlah normal.

Data pelacakan penerbangan menunjukkan sedikitnya 68 pesawat angkut mendarat sejak 15 Februari. Citra satelit juga memperlihatkan keberadaan jet tempur siluman F-35, drone, helikopter, serta sistem pertahanan udara yang baru dikerahkan.

Ketegangan semakin meningkat setelah muncul laporan bahwa pejabat AS membahas kemungkinan penargetan terhadap Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Jika langkah tersebut terkonfirmasi, hal itu dinilai sebagai eskalasi signifikan yang berpotensi memperluas konflik menjadi perang kawasan.

Editor: Agung