Presiden Prabowo Kaji Rencana Pemotongan Gaji Pejabat untuk Jaga Stabilitas Ekonomi

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

J5NEWSROOM.COM, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rencana penghematan anggaran melalui kemungkinan pemotongan gaji pejabat negara, termasuk menteri dan anggota DPR, guna menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah gejolak harga energi akibat konflik di Timur Tengah.

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Menurut Prabowo, langkah penghematan serupa telah diterapkan di Pakistan, yang memangkas gaji anggota kabinet dan parlemen untuk dialokasikan kepada kelompok masyarakat rentan.

Selain itu, Pakistan juga melakukan berbagai kebijakan efisiensi lain, seperti pembatasan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) di kementerian, pengurangan operasional kendaraan dinas hingga 60 persen, serta penghentian belanja luar negeri, kendaraan, dan furnitur untuk sementara waktu.

Negara tersebut juga membatasi perjalanan dinas ke luar negeri, melarang penggunaan dana pemerintah untuk kegiatan seremonial, hingga menerapkan pembelajaran daring di perguruan tinggi serta penghentian sementara kegiatan sekolah.

Prabowo menilai, kebijakan tersebut dapat menjadi contoh dalam menghadapi tekanan ekonomi global dan layak untuk dikaji penerapannya di Indonesia.

Ia menegaskan pentingnya langkah penghematan guna menjaga defisit anggaran tetap terkendali, sembari memperkuat ketahanan ekonomi nasional dalam beberapa tahun ke depan.

“Dalam dua hingga tiga tahun ke depan kita akan semakin kuat, namun tetap diperlukan pengendalian konsumsi agar defisit tidak meningkat,” ujar Prabowo.

Editor: Agung