Maybank Indonesia Tunjuk Zulkiflee Abbas sebagai Presiden Komisaris

Dato’ Zulkiflee Abbas Abdul Hamid ditetapkan sebagai Presiden Komisaris dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026 yang digelar, Jumat (17/4/2026). (Foto: Humas PT BMI Tbk)

J5NEWSROOM.COM, Jakarta – PT Bank Maybank Indonesia Tbk menetapkan Dato’ Zulkiflee Abbas Abdul Hamid sebagai Presiden Komisaris dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026 yang digelar, Jumat (17/4/2026).

Dalam rapat tersebut, perseroan juga menyetujui pengangkatan Dato’ Sri Khairussaleh Ramli dan Dr. Hasnita Dato’ Hashim sebagai Komisaris, serta Mariana Husin sebagai Direktur. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat arah strategi pertumbuhan berkelanjutan perusahaan melalui inisiatif ROAR30.

Di saat yang sama, RUPST menyetujui berakhirnya masa jabatan Edwin Gerungan sebagai Komisaris dan Ricky Antariksa sebagai Direktur. Sementara itu, Hendar kembali diangkat sebagai Komisaris Independen dan Effendi kembali menjabat sebagai Direktur.

Dengan keputusan tersebut, susunan Dewan Komisaris dipimpin oleh Dato’ Zulkiflee Abbas Abdul Hamid sebagai Presiden Komisaris, didampingi sejumlah komisaris dan komisaris independen, termasuk Datuk Lim Hong Tat, Putut Eko Bayuseno, Marina R. Tusin, dan Daniel James Rompas. Adapun jajaran Direksi tetap dipimpin Presiden Direktur Steffano Ridwan bersama sejumlah direktur lainnya, termasuk Mariana Husin yang baru diangkat.

Perseroan menegaskan bahwa pengangkatan Dato’ Zulkiflee Abbas Abdul Hamid, Dr. Hasnita Dato’ Hashim, dan Mariana Husin akan efektif setelah memperoleh persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selama proses tersebut, Dato’ Sri Khairussaleh Ramli masih menjalankan tugas sebagai Presiden Komisaris hingga penunjukan baru berlaku efektif.

Selain perubahan manajemen, RUPST juga menyepakati penggunaan laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp1,65 triliun. Sebanyak 35 persen atau sekitar Rp580,07 miliar dialokasikan untuk dividen tunai, setara Rp7,61106 per saham. Sementara sisanya, sekitar 65 persen, ditetapkan sebagai laba ditahan untuk memperkuat permodalan dan ekspansi usaha.

Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan, menyatakan perubahan kepemimpinan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat posisi perseroan sebagai mitra keuangan regional, sejalan dengan peran Indonesia sebagai salah satu pasar utama dalam grup Maybank.

Ia menambahkan, perusahaan akan terus memanfaatkan jaringan global dan pemahaman pasar lokal guna mendorong pertumbuhan sektor keuangan nasional.

Editor: Agung