Jemaah Asal Batam Beri Nilai “Bintang Lima” untuk Pelayanan Haji 2026

Jamaah haji asal Batam Provinsi Kepri, Ramon Damora saat wukuf di Padang Arafah. (Foto: MCH PPIH Arab Saudi 2026)

J5NEWSROOM.COM, Makkah – Sejumlah jemaah haji Indonesia mengapresiasi penyelenggaraan ibadah haji 2026 yang dinilai lebih tertata dan nyaman dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Salah satunya disampaikan Ramon Damora, jemaah asal Batam, Kepulauan Riau, yang memberikan penilaian ‘bintang lima’ terhadap layanan haji yang diterimanya selama berada di Tanah Suci.

Menurut Ramon, berbagai aspek pelayanan berjalan dengan baik, mulai dari transportasi, akomodasi, konsumsi hingga fasilitas pendukung selama pelaksanaan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

“Pelayanannya bintang lima. Proses pergerakan dari hotel menuju Arafah berjalan lancar, antrean terurai dengan baik, dan tidak ada kendala berarti,” ujar Komisioner KPID Provinsi Kepri itu di Padang Arafah.

Ia menilai layanan dasar yang diterima jemaah juga cukup memadai. Ketersediaan makanan siap santap, fasilitas penginapan, hingga sarana sanitasi dinilai mampu memenuhi kebutuhan jemaah selama menjalani rangkaian ibadah haji.

Mantan Ketua PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Provinsi Kepri itu mengaku terkesan dengan penataan fasilitas di kawasan Armuzna. Menurut dia, keberadaan toilet yang tersebar di berbagai titik pemondokan membantu jemaah menjalankan aktivitas dengan lebih nyaman. Selain itu, kondisi di area tenda juga relatif tertib tanpa terjadi penumpukan jemaah yang berlebihan.

Perhatian terhadap jemaah lanjut usia dan kelompok rentan juga menjadi salah satu aspek yang mendapat apresiasi. Ia melihat petugas haji aktif memberikan bantuan kepada jemaah yang membutuhkan pendampingan, termasuk lansia dan penyandang disabilitas.

“Lansia sangat diperhatikan. Kami juga melihat para petugas bekerja tanpa kenal lelah untuk membantu jemaah,” katanya.

Apresiasi serupa sebelumnya juga disampaikan sejumlah jemaah dari berbagai daerah yang menilai penyelenggaraan haji tahun ini menunjukkan perbaikan pada aspek pelayanan dan manajemen pergerakan jemaah.

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mencatat sejumlah inovasi diterapkan pada musim haji 2026, terutama saat fase Armuzna. Di antaranya adalah penataan tenda berdasarkan kelompok terbang (kloter), sistem pergerakan jemaah yang lebih terjadwal, penyediaan kendaraan buggy untuk membantu mobilitas jemaah di Mina, serta penguatan layanan kesehatan melalui klinik satelit di kawasan pemondokan.

Selain itu, operasional transportasi jemaah juga diperkuat dengan layanan bus yang beroperasi secara berkelanjutan guna mendukung mobilitas dari hotel menuju lokasi ibadah. Pemerintah juga memperketat pemeriksaan kesehatan sebelum keberangkatan sebagai bagian dari penerapan prinsip istitha’ah guna memastikan jemaah memiliki kondisi fisik yang memadai untuk menjalankan ibadah.

Bagi Ramon Damora, berbagai upaya tersebut dirasakan langsung oleh jemaah di lapangan. Ia berharap kualitas pelayanan yang telah diberikan dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan pada penyelenggaraan haji di tahun-tahun mendatang.

“Terima kasih kepada Kementerian Haji dan Umrah RI serta seluruh petugas haji yang telah bekerja keras melayani jemaah. Semoga pelayanan yang baik ini terus berlanjut,” ujar pria yang dikenal sebagai penyair di Provinsi Kepri itu mengakhiri.

Editor: Saibansah Dardani