
J5NEWSROOM.COM, Mina – Sebanyak 132.568 jemaah haji Indonesia memilih mengikuti Nafar Awal dengan meninggalkan Mina menuju Makkah pada Jumat (29/5/2026). Jumlah tersebut setara dengan sekitar 68 persen dari total jemaah yang menjalani mabit di Mina setelah pelaksanaan puncak ibadah haji.
Pergerakan jemaah dimulai sejak pagi hari. Sejak dini hari, jemaah secara bergelombang menuju kompleks Jamarat untuk melaksanakan lempar tiga jumrah, yakni Jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah. Setelah menyelesaikan rangkaian ibadah tersebut, jemaah yang mengambil Nafar Awal kembali ke tenda untuk berkemas sebelum diberangkatkan ke Makkah.
Wakil Kepala Satuan Tugas Mina, Zaenal Muttaqin, mengatakan proses perpindahan jemaah mulai berlangsung sekitar pukul 06.00 waktu Arab Saudi.
“Jemaah mulai naik bus sejak pagi dan secara bertahap meninggalkan Mina menuju Makkah untuk mengambil Nafar Awal,” ujarnya di Mina, Jumat.
Menurut Zaenal, hingga siang hari sebanyak 424 kelompok terbang (kloter) telah meninggalkan Mina. Jumlah itu berasal dari total 527 kloter jemaah haji Indonesia yang menjalani mabit di kawasan tersebut.
Ia menjelaskan, proses pergerakan jemaah dijadwalkan berlangsung hingga sore hari dengan target seluruh jemaah yang mengambil Nafar Awal telah meninggalkan Mina sebelum matahari terbenam.
Zaenal mengingatkan bahwa jemaah yang masih berada di Mina setelah waktu maghrib secara otomatis harus melanjutkan mabit dan mengikuti Nafar Tsani. Dalam skema tersebut, jemaah kembali bermalam di Mina dan melaksanakan lempar jumrah pada hari berikutnya.
Di sejumlah titik keberangkatan, sempat terjadi kepadatan jemaah akibat keterlambatan kedatangan bus. Kondisi itu menyebabkan sebagian jemaah yang telah siap berangkat harus menunggu lebih lama di area sekitar tenda.
Petugas transportasi haji, Muhammad Syukron, mengatakan antrean terjadi karena armada yang dijadwalkan menjemput jemaah belum tiba sesuai waktu yang ditentukan. Namun, situasi berangsur normal setelah bus datang secara bertahap dan mengangkut jemaah menuju Makkah.
Sebagian besar jemaah memilih Nafar Awal karena ingin segera melanjutkan rangkaian ibadah di Makkah, seperti tawaf ifadah, sa’i, dan tahalul.
Dwi Yatmi, jemaah asal Embarkasi Solo, mengatakan dirinya bersama rombongan telah sepakat mengambil Nafar Awal sejak awal pelaksanaan manasik haji.
“Kami memilih Nafar Awal karena merasa lebih sesuai dan nyaman. Setelah menyelesaikan lempar jumrah, kami langsung melanjutkan ibadah di Makkah,” katanya.
Sementara itu, sebagian jemaah lainnya memilih Nafar Tsani dengan pertimbangan ingin menyempurnakan rangkaian ibadah sesuai pilihan yang telah ditetapkan sebelumnya.
Muhammad, jemaah asal Embarkasi Surabaya, mengaku tetap bermalam di Mina dan akan kembali melaksanakan lempar jumrah pada hari berikutnya. “Kami memilih Nafar Tsani sesuai kesepakatan saat manasik dan merasa nyaman dengan pilihan tersebut,” ujarnya.
Editor: Saibansah Dardani
