Sambut Kloter Pertama, PPIH Madinah Siapkan 118 Hotel dan Klinik di Tiap Sektor

Kepala Daker Madinah, Khalilurrahman memaparkan persiapan penyambutan jemaah haji Indonesia di Madinah. (Foto: MCHH PPHI Arab Saudi 2026)

J5NEWSROOM.COM, Madinah – Persiapan penyambutan jemaah haji Indonesia di Madinah memasuki tahap akhir. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja Madinah memastikan seluruh layanan telah siap menyambut kedatangan kloter pertama jemaah haji Indonesia.

Kepala Daker Madinah, Khalilurrahman, menyatakan kesiapan mencakup berbagai aspek, mulai dari akomodasi hingga perlindungan jemaah. Ia menegaskan, seluruh sistem layanan telah dipersiapkan secara menyeluruh.

“Tahun ini Madinah kembali menjadi titik awal bagi jemaah gelombang pertama yang akan berada di sini selama delapan hingga sembilan hari sebelum melanjutkan perjalanan ke Makkah,” ujarnya.

Dalam hal akomodasi, PPIH telah mengontrak sebanyak 118 hotel untuk menampung jemaah. Seluruh hotel tersebut dipastikan telah melalui proses pemeriksaan dan siap digunakan saat jemaah tiba.

Pihaknya juga memastikan bahwa hotel-hotel tersebut telah kosong dari jemaah umrah, serta terus berkoordinasi dengan pengelola agar seluruh fasilitas siap huni.

Di sektor layanan kesehatan, terdapat inovasi baru pada penyelenggaraan haji tahun ini. Jika sebelumnya layanan kesehatan terpusat, kini klinik akan tersedia di setiap sektor.

Menurut Khalilurrahman, kebijakan ini merupakan hasil koordinasi dengan otoritas Arab Saudi untuk mempercepat penanganan medis bagi jemaah. Selain itu, PPIH juga bekerja sama dengan rumah sakit setempat guna mendukung layanan kesehatan.

Untuk kebutuhan konsumsi, PPIH menggandeng 23 penyedia katering. Tim konsumsi melakukan pengawasan secara rutin terhadap kualitas makanan, termasuk aspek kebersihan, kandungan gizi, dan kesesuaian porsi.

“Pemeriksaan dilakukan setiap hari untuk memastikan makanan yang diterima jemaah memenuhi standar kesehatan,” katanya.

Khalilurrahman juga mengingatkan jemaah agar menjaga kondisi fisik mengingat ibadah haji memerlukan stamina yang baik. Ia menyoroti potensi suhu ekstrem yang dapat mencapai 45 hingga 47 derajat Celcius saat puncak musim haji pada Mei hingga Juni.

Jemaah diimbau untuk mempersiapkan diri secara fisik, menjaga asupan nutrisi, serta memahami tata cara ibadah melalui manasik.

Dalam operasionalnya, PPIH bekerja sama dengan dua perusahaan layanan di Arab Saudi untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan haji. Koordinasi intensif terus dilakukan guna mengantisipasi berbagai kendala di lapangan.

Selain itu, jemaah juga diingatkan untuk mematuhi ketentuan barang bawaan sesuai aturan penerbangan. Terutama bagi jemaah non-fast track, dilarang membawa barang terlarang agar tidak menghambat proses pemeriksaan di bandara.

Editor: Saibansah Dardani