
J5NEWSROOM.COM, Makkah – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menyiagakan lebih dari 1.200 tenaga kesehatan untuk melayani jemaah haji selama puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), 26-30 Mei 2026.
Demikian ungkap Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Mochamad Irfan Yusuf saat bincang santai dengan para wartawan yang tergabung dalam MCH (Media Center Haji) PPIH (Panitia Pelayanan Ibadah Haji) Arab Saudi 2026 di Kantor Daker (Daerah Kerja) Makkah, Sabtu (23/5/2026).
“Kemenhaj menyiagakan lebih dari 1.200 orang tenaga kesehatan untuk melayani jemaah haji Indonesia, ini jumlah tenaga medis terbanyak yang disiagakan oleh negara yang melayani jemaah hajinya di Arab Saudi,” ujar pria yang akrab disapa Gus Irfan itu.
Untuk memastikan kesiapan pelayanan kesehatan itu, Menhaj bersama Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar saat mengunjungi Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Makkah, Sabtu (23/5/2026).
Menurut Gus Irfan, kunjungannya itu untuk memastikan pelayanan kesehatan bagi jemaah berjalan optimal menjelang fase Armuzna yang menjadi salah satu tahapan paling berat dalam ibadah haji.
“Hari ini kami datang ke KKHI untuk memastikan kesiapan pelayanan kesehatan selama musim haji, terutama menghadapi Armuzna,” ujarnya.

Ditambahkan Gus Irfan, tantangan pelayanan kesehatan pada musim haji tahun ini cukup besar karena regulasi kesehatan di Arab Saudi terus mengalami perubahan dan diterapkan secara ketat.
Meski demikian, tenaga kesehatan Indonesia dinilai mampu menyesuaikan diri dengan aturan yang berlaku tanpa mengurangi kualitas layanan kepada jemaah.
“Tenaga kesehatan berupaya tetap mematuhi regulasi Saudi sambil memastikan pelayanan terbaik bagi jemaah Indonesia,” katanya.
Untuk mendukung pelayanan selama Armuzna, pemerintah menyiapkan sejumlah klinik darurat di titik-titik strategis. Selain itu, koordinasi dengan rumah sakit Arab Saudi juga diperkuat guna mempercepat proses rujukan apabila ada jemaah yang membutuhkan penanganan lanjutan.
Sebanyak 1.200 tenaga kesehatan diterjunkan selama operasional haji tahun ini. Setiap kelompok terbang (kloter) didampingi satu dokter dan satu perawat, ditambah ratusan petugas medis lain yang disiagakan di berbagai sektor pelayanan.
“Insya Allah seluruh tenaga kesehatan siap melayani jemaah selama Armuzna,” ujar Gus Irfan mengakhiri.
Editor: Saibansah Dardani
