Angka Kematian Jemaah Haji Indonesia Turun, Jadi Catatan Positif Haji 2026

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak. (Foto: MCH PPIH Arab Saudi 2026)

J5NEWSROOM.COM, Makkah – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyebut angka kematian jemaah haji Indonesia pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi mengalami penurunan signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Menurut Dahnil, hingga akhir Mei 2026 jumlah jemaah haji Indonesia yang wafat tercatat sekitar 134 orang. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan musim haji tahun lalu yang pada periode yang sama mencapai 267 orang.

Dahnil menilai penurunan angka kematian tersebut menjadi salah satu indikator positif dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Menurut dia, capaian tersebut mencerminkan adanya perbaikan pada berbagai aspek layanan, terutama di bidang kesehatan dan pengelolaan mobilitas jemaah selama menjalani rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Meski demikian, pemerintah berkomitmen terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi jemaah haji, khususnya kelompok lanjut usia dan jemaah dengan risiko kesehatan tinggi. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan pengawasan kondisi kesehatan serta evaluasi berkelanjutan terhadap sistem pelayanan yang berjalan.

Dahnil mengatakan berbagai perbaikan masih diperlukan agar angka kematian jemaah dapat ditekan lebih rendah pada penyelenggaraan haji di masa mendatang.

Selain mencatat penurunan angka kematian, ia juga menilai pelaksanaan puncak ibadah haji tahun ini berlangsung lebih tertata dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Seluruh jemaah, kata dia, dapat diberangkatkan menuju Arafah sesuai jadwal tanpa kendala berarti.

Kelancaran juga terlihat pada proses pergerakan jemaah dari Arafah menuju Muzdalifah dan Mina. Bahkan, kawasan Muzdalifah disebut telah bersih dari jemaah pada sekitar pukul 06.30 waktu setempat, lebih cepat dibandingkan pelaksanaan haji pada tahun-tahun sebelumnya.

Meski terdapat sejumlah kemajuan, Dahnil mengakui masih ditemukan beberapa persoalan yang perlu menjadi perhatian. Salah satunya berkaitan dengan kedisiplinan jemaah dan penataan penempatan di tenda-tenda Arafah maupun Mina.

Menurut dia, upaya petugas untuk menata penempatan jemaah melalui pemasangan daftar penghuni tenda terkadang menghadapi kendala karena adanya pihak yang mencopot informasi tersebut. Kondisi itu dinilai dapat mengganggu proses pengaturan jemaah di lapangan.

Tantangan lain juga ditemukan saat fase pergerakan jemaah di Muzdalifah menuju Mina. Kedisiplinan dalam mengikuti antrean keberangkatan masih perlu ditingkatkan guna mencegah terjadinya kepadatan maupun gangguan ketertiban.

Karena itu, Kementerian Haji dan Umrah berencana memperkuat koordinasi antarpetugas serta meningkatkan pengawasan selama operasional puncak haji pada tahun-tahun berikutnya.

Dahnil menegaskan bahwa berbagai capaian positif yang diraih pada musim haji tahun ini akan tetap disertai dengan evaluasi menyeluruh terhadap sejumlah catatan di lapangan. Menurut dia, langkah tersebut penting untuk memastikan pelayanan haji Indonesia semakin baik, aman, dan berorientasi pada kebutuhan jemaah pada masa mendatang.

Editor: Saibansah Dardani