Dalam Sehari, Terjadi Dua Titik Karhutla di Lahan PT SBP Bintan

Petugas sedang berusaha memadamkan Karhutla di Lahan PT SBP Bintan. (Foto: Harjo/BATAMTODAY)

J5NEWSROOM.COM, Bintan – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di dua titik di kawasan Jalan Raya Desa Busung, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Jumat (4/9/2026).

Kedua titik kebakaran tersebut berada di lahan kosong milik PT Surya Bangun Pertiwi (SBP).

Kepala UPTD Pemadam Kebakaran (Damkar) Tanjunguban, Panyodi, mengatakan kebakaran pertama dilaporkan terjadi sekitar pukul 17.43 WIB.

“Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 19.49 WIB,” kata Panyodi, Sabtu (5/9/2026).

Belum lama setelah kebakaran pertama berhasil dipadamkan, titik api kembali muncul di lokasi lain yang masih berada di kawasan lahan PT SBP.

Kebakaran kedua terjadi di Blok I8 sekitar pukul 22.00 WIB dan berhasil dipadamkan pada pukul 23.14 WIB.

Menurut Panyodi, luas lahan yang terbakar di masing-masing titik diperkirakan sekitar setengah hektare. “Adapun luas lahan yang terbakar masing-masing sekitar setengah hektare,” ujarnya.

Proses pemadaman di kedua lokasi tidak berlangsung mudah. Petugas menghadapi kondisi medan yang sulit dijangkau kendaraan pemadam kebakaran.

Akibatnya, armada Damkar tidak dapat mendekati seluruh titik api. Petugas bersama sejumlah unsur lainnya terpaksa melakukan pemadaman secara manual untuk mencegah api meluas.

“Pemadaman memakan waktu cukup lama karena lokasi lahan sulit dijangkau mobil pemadam kebakaran. Sehingga pemadaman harus dilakukan secara manual. Hal tersebut juga terjadi di titik kedua,” kata Panyodi.

Api akhirnya berhasil dikendalikan di kedua lokasi. Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Sementara itu, penyebab kebakaran di kedua titik tersebut belum diketahui. Petugas masih melakukan penelusuran untuk mengetahui sumber api.

Panyodi mengatakan kebakaran lahan masih menjadi perhatian di wilayah kerja UPTD Damkar Tanjunguban.

Hingga awal September 2026, tercatat sudah terjadi tiga titik kebakaran lahan di wilayah Kecamatan Teluk Sebong dan Seri Kuala Lobam.

Jumlah tersebut menambah catatan kebakaran lahan yang terjadi pada bulan sebelumnya.

“Untuk periode September 2026, sudah ada tiga titik terjadi kebakaran lahan di wilayah Kecamatan Teluk Sebong dan Seri Kuala Lobam. Kalau Agustus 2026 tercatat ada 20 titik kebakaran di wilayah kerja Damkar Tanjunguban,” ujar Panyodi.

Kondisi tersebut menunjukkan potensi karhutla masih perlu diwaspadai, terutama ketika kondisi cuaca dan lahan mendukung munculnya titik api.

Penanganan kebakaran di lahan PT SBP melibatkan sejumlah unsur, mulai dari petugas Damkar Tanjunguban, perangkat Desa Busung, Satgas Karhutla PT SBP, Babinsa, Bhabinkamtibmas hingga warga setempat.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut diperlukan untuk mempercepat pemadaman, terutama karena akses menuju lokasi kebakaran sulit dilalui kendaraan pemadam.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran di dua titik tersebut masih dalam penyelidikan.

Petugas mengimbau masyarakat dan pengelola lahan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, mengingat kejadian serupa masih terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Bintan.

Editor: Alia Safira