
J5NEWSROOM.COM, Batam – Pertumbuhan investasi di Batam terus menunjukkan tren positif. Hingga Semester I 2026, realisasi investasi di kota tersebut telah mencapai sekitar Rp29,9 triliun. Namun, peningkatan investasi tersebut dinilai belum sepenuhnya sejalan dengan penyerapan tenaga kerja lokal.
Kondisi itu mendorong Pemerintah Kota Batam bersama Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Batam memperkuat komitmen untuk memberikan kesempatan lebih besar kepada warga lokal dalam proses rekrutmen tenaga kerja. Komitmen tersebut dituangkan dalam nota kesepahaman yang ditandatangani Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, bersama Ketua Apindo Kota Batam, Rafky Rasyid, Jumat (11/9/2026).
Penandatanganan kesepakatan tersebut turut disaksikan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya. Amsakar mengatakan persoalan ketenagakerjaan masih menjadi salah satu pekerjaan rumah di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi dan investasi Batam.
Menurut Amsakar, Pemko Batam sebelumnya telah mengalokasikan sekitar Rp40 miliar yang berasal dari Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA) untuk mendukung pelatihan ketenagakerjaan dan pelaksanaan job fair. Namun, berbagai upaya tersebut dinilai belum cukup untuk menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Batam.
Pemko kemudian mendorong perubahan pola rekrutmen perusahaan agar tenaga kerja lokal mendapat prioritas. Dalam pertemuan dengan sejumlah HRD perusahaan di Batam, disepakati porsi 15 hingga 20 persen rekrutmen dapat diprioritaskan bagi warga lokal.
Amsakar menilai kesepakatan tersebut perlu diperkuat melalui komitmen tertulis agar pelaksanaannya lebih konkret dan dapat dipantau. Karena itu, MoU bersama Apindo menjadi salah satu langkah untuk memastikan peluang kerja dari pertumbuhan investasi dapat lebih banyak dinikmati masyarakat Batam.
Editor: Agung
