
J5NEWSROOM.COM, Arab Saudi telah resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia FIFA 2034, sebagaimana diumumkan oleh Presiden FIFA, Gianni Infantino, dalam sebuah pertemuan virtual di Zurich pada Rabu (11/12). Penawaran Saudi adalah satu-satunya kandidat, sehingga keputusan ini diterima tanpa saingan. Infantino menyampaikan selamat kepada Arab Saudi, menekankan pentingnya acara ini bagi negara tersebut.
Pengumuman ini melengkapi keputusan FIFA sebelumnya mengenai tuan rumah Piala Dunia 2030, yang akan diadakan bersama oleh Spanyol, Portugal, dan Maroko dalam proyek yang melibatkan enam negara. Kedua pengumuman ini mencerminkan upaya FIFA untuk memperluas cakupan global sepak bola, meskipun proses pemilihan ini menuai kritik karena kurangnya transparansi.
Sebagai tuan rumah, Arab Saudi menghadapi tantangan besar, termasuk kebutuhan untuk membangun atau memperbaiki 15 stadion, serta infrastruktur pendukung seperti hotel dan jaringan transportasi. Salah satu proyek ambisius adalah pembangunan stadion di Neom, kota futuristik yang saat ini masih dalam tahap perencanaan. Stadion lain, yang dirancang berada di atas tebing, akan menjadi simbol megah dari komitmen kerajaan terhadap modernisasi dan inovasi.
Keputusan ini juga memicu perhatian pada catatan hak asasi manusia Arab Saudi, terutama terkait perlakuan terhadap pekerja migran yang diharapkan akan memainkan peran penting dalam pembangunan infrastruktur turnamen. Kelompok hak asasi manusia telah menyuarakan keprihatinan, sementara FIFA dan pejabat Saudi menyatakan bahwa acara ini dapat menjadi katalisator untuk perubahan sosial, termasuk peningkatan hak perempuan dan pekerja.
Bagian dari proyek besar ini adalah bagian dari Visi 2030, strategi modernisasi yang diinisiasi oleh Putra Mahkota Muhammad bin Salman (MBS). Dengan menginvestasikan puluhan miliar dolar dalam sektor olahraga, kerajaan berharap untuk memodernisasi citra dan ekonominya, meskipun kritik menyebut langkah ini sebagai “pencucian reputasi” melalui olahraga.
Arab Saudi kini menghadapi pengawasan internasional selama dekade mendatang, baik dalam persiapan teknis maupun pelaksanaan komitmen terhadap perubahan sosial dan ekonomi. Keberhasilan Piala Dunia 2034 dapat menjadi tonggak penting bagi kerajaan ini dalam mewujudkan ambisi transformasinya.
Sumber: voaindonesia.com
Editor: Saibansah
