
J5NEWSROOM.COM, Aceh – Pelabuhan Calang di Aceh Jaya memiliki potensi besar sebagai gerbang ekspor-impor di wilayah barat selatan Aceh (Barsela) karena letaknya yang strategis dan aman terhadap arus laut. Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Aceh, Teuku Faisal, menegaskan hal ini saat mengunjungi Kantor Unit Penyelenggaraan Pelabuhan (UPP) Kelas III Calang, Aceh Jaya.
Dalam kunjungannya, Faisal meninjau kesiapan fasilitas Pelabuhan Calang untuk mendukung ekspor komoditas asli Aceh, seperti crude palm oil (CPO), batu bara, bijih besi, dan hasil alam lainnya. Menurutnya, penguatan infrastruktur transportasi dan peningkatan konektivitas antarwilayah merupakan bagian dari misi Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh dalam mendorong perekonomian daerah melalui ekspor ke pasar internasional.
Faisal mengungkapkan bahwa aktivitas ekspor dari Pelabuhan Calang telah berlangsung sejak 2020, terutama untuk pengiriman CPO ke India. Pada tahun pertama, ekspor CPO dari pelabuhan ini mencapai 14.596 ton, kemudian meningkat menjadi 32.000 ton pada 2022, dan bertambah menjadi 43.420 ton pada tahun berikutnya.
Ia berharap kapasitas dermaga Pelabuhan Calang dapat ditingkatkan dari 5.000 ton menjadi 15.000 ton agar mampu menampung kapal dengan kapasitas lebih besar. Dengan kapasitas yang lebih besar, menurutnya, para pelaku usaha akan lebih tertarik memanfaatkan pelabuhan ini sebagai jalur ekspor utama.
Selain pengembangan dermaga, Faisal menekankan pentingnya pembangunan breakwater agar aktivitas bongkar muat dapat berjalan sepanjang tahun. Selama ini, aktivitas ekspor-impor hanya bisa berlangsung sekitar enam bulan dalam setahun akibat kendala cuaca.
Dalam kesempatan yang sama, Faisal juga meninjau kesiapan pelabuhan untuk menghadapi arus mudik Lebaran Idulfitri 1446 H. Ia mengusulkan perluasan terminal penumpang serta pemisahan area antara aktivitas bongkar muat barang dan penumpang untuk meningkatkan kenyamanan serta keamanan pengguna jasa pelabuhan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan dan Pertanahan Aceh Jaya, Masri, menyampaikan bahwa pada 2025 akan dimulai ekspor batu bara ke India melalui Pelabuhan Calang. Menurutnya, setelah kontrak kerja selesai, fasilitas pendukung seperti stockpile akan segera dibangun di sekitar pelabuhan untuk mendukung kelancaran ekspor.
Editor: Agung
