Mahasiswa Teknologi Asia Tenggara Berburu Kuliah di Taiwan

Universitas Taiwan semakin menjadi tujuan para pelajar asing, termasuk dari Vietnam dan Indonesia (foto: ilustrasi).

J5NEWSROOM.COM, Taiwan – Para pelajar asal Asia Tenggara tidak hanya belajar bahasa Mandarin di Taiwan, mereka juga memperoleh pelatihan keterampilan teknis di bidang studinya. Sekitar satu jam di selatan ibu kota Taiwan, Trương Minh Quí dari Vietnam meraih gelar master di Universitas Sains dan Teknologi Minh Hsin.

“Ketika saya ke Taiwan, saya mendengar bahwa Taiwan maju dalam bidang kimia dan bahan-bahan baku. Saya sangat menyukai bidang ini,” kata Truong Minh Qui dari Vietnam.

Pendaftaran pelajar Vietnam untuk belajar ke Taiwan meningkat. Mereka adalah kelompok pelajar asing terbesar di Taiwan yang jumlahnya hampir seperempat dari seluruh 27 ribu pelajar internasional.

Jumlah pelajar asal Indonesia juga meningkat. Salah satunya adalah calon insinyur teknik sipil, Happy Mareta. Ia mengatakan, teknologi konstruksi tahan gempa yang membawanya ke Taiwan.

“Saya sangat tertarik untuk belajar ke sini karena Taiwan terkenal dengan metode konstruksinya yang canggih,” tukas Happy.

Siswa seperti Happy dan Trương adalah jawaban atas kekurangan bakat di bidang teknologi di Taiwan. Masalah itu makin parah dengan menurunnya angka kelahiran di negara pulau itu. Taipei tahun lalu meluncurkan sebuah rencana untuk melipatgandakan jumlah pelajar asing pada tahun 2030.

Tujuannya mempertahankan dua pertiganya untuk mendapat pekerjaan setelah lulus. Pulau itu mencari bakat-bakat baru di Asia Tenggara.

Pelajar asing juga tertarik belajar di pulau ini. Bagi Mareta, daya tariknya adalah Taipei 101, gedung tertinggi di pulau itu.

“Itu tempat wisata terkenal. Saya bisa belajar tentang bagaimana metode konstruksi yang digunakan di Taiwan pada Taipei 101, bagaimana bangunan itu dibangun.”

Terutama bagaimana bangunan itu sempat bergoyang, namun tetap kokoh ketika terjadi gempa.

Glenn Andres adalah mahasiswa tahun ketiga dari Filipina yang sedang meneliti semikonduktor.

“Jika diberi kesempatan untuk mendalami karir saya di Taiwan, saya akan tetap tinggal di sini. Kita semua juga tahu bahwa Taiwan adalah salah satu produsen terkemuka produk semikonduktor.”

Banyak mahasiswa yang menggabungkan studi mereka dengan magang di Taiwan berharap, mereka akan memperoleh pekerjaan teknologi tinggi pada masa depan.

Sumber: voaindonesia.com
Editor: Saibansah