
J5NEWSROOM.COM, Jakarta – Sekretaris Jenderal Kementerian Haji dan Umrah menegaskan bahwa pengelolaan ibadah haji bukan sekadar urusan administratif biasa, melainkan merupakan layanan publik yang sangat strategis bagi negara. Ia menjelaskan bahwa penyelenggaraan haji memiliki kompleksitas tinggi dan melibatkan ribuan jamaah, sehingga harus dipandang sebagai amanah besar yang memerlukan perhatian khusus dari seluruh pihak terkait.
Dalam pernyataannya, ia menggarisbawahi pentingnya profesionalisme dalam setiap aspek penyelenggaraan haji, mulai dari pemberangkatan, pendampingan di Tanah Suci, hingga pemulangan jamaah. Pengelolaan yang baik diyakini akan memberi kepastian, keamanan, dan kenyamanan bagi jamaah sepanjang proses ibadah.
Selain itu, Sekjen Kemenhaj juga menekankan bahwa penyelenggaraan haji mencerminkan citra negara di mata dunia. Karena itu, layanan publik ini harus mencerminkan kredibilitas, efisiensi, serta rasa hormat terhadap hak para jamaah. Ia menilai bahwa apabila tata kelola haji berjalan baik, hal itu juga akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Ia juga menyebutkan bahwa pengelolaan haji melibatkan berbagai elemen, termasuk koordinasi antar lembaga, pemanfaatan teknologi informasi, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Semua elemen tersebut harus berjalan secara terpadu agar layanan yang diberikan tidak hanya memenuhi standar operasional, tetapi juga sesuai dengan harapan jamaah.
Pernyataan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pengelolaan haji lebih dari sekadar catatan administratif, tetapi juga upaya serius dalam memberikan layanan publik berkualitas tinggi. Dengan pendekatan yang tepat, layanan haji diharapkan dapat terus ditingkatkan dari tahun ke tahun.
Selain itu, ia berharap bahwa komitmen untuk menghadirkan layanan haji yang profesional akan diikuti dengan aksi nyata di lapangan, termasuk pemantauan, evaluasi, dan penyesuaian kebijakan apabila diperlukan. Hal ini penting agar setiap kebijakan yang diambil memberi dampak positif bagi jamaah dan penyelenggaraan secara keseluruhan.
Editor: Saibansah Dardani
