
Oleh Dr Aqua Dwipayana
HAMPIR setiap hari, saya ketemu teman-teman. Mereka ada yang sudah lama kenal, tetapi banyak juga yang baru jumpa. Biasanya langsung akrab. Saya sangat mensyukuri semua itu.
Setiap ngobrol dengan mereka, saya selalu menyimak. Itu wujud penghargaan kepada teman tersebut.
Banyak cerita menarik yang mereka sampaikan, baik tentang diri masing-masing maupun pengalaman orang lain. Semuanya pelajaran dan pengalaman berharga.
Saya selalu mengambil hikmah dari yang mereka sampaikan. Ketika menyimak cerita tentang hal-hal yang menyenangkan dan membuat gembira, saya sangat bahagia. Turut merasakan kebahagiaan mereka.
Selama ini setiap melihat kemajuan dan rezeki yang diperoleh teman-teman, apapun bentuknya, saya sangat bersyukur dan bahagia. Bahkan saya selalu berdoa agar semua teman hidupnya senang dan jauh dari permasalahan.
Selalu ada Solusi
Sebaliknya saat menyimak cerita sedih seperti berbagai cobaan yang dialami teman-teman, saya ikut merasakan kesedihan mereka. Diiringi doa agar segera mendapatkan solusi terbaik.
Saya yakin sekali apapun masalahnya, selalu ada solusinya. Seperti janji TUHAN yang tidak akan memberi cobaan di luar batas kemampuan manusia.
Selama ini saya mengamati, berbagai masalah yang dialami teman-teman selalu ada solusinya. Durasi waktunya beragam. Bisa langsung selesai problemnya, ada juga yang membutuhkan waktu.
Tidak hanya itu. Saya juga mengalami hal serupa. Begitu ada masalah, TUHAN dengan caranya mengirimkan “malaikat” yang wujudnya manusia. Membantu hingga tuntas.
Sering sekali saya merasakan kebaikan TUHAN. Skalanya mulai dari kecil, menengah, hingga besar. Semua itu menunjukkan kebesaran Sang Pencipta alam semesta dan seluruh isinya.
Berbagai kebaikan yang saya terima menunjukkan bahwa TUHAN sangat sayang kepada hambaNYA. Hadir setiap dibutuhkan dan tuntas memberikan solusi. MasyaALLAH…
Campur Aduk
Saat menyimak teman-teman yang kena cobaan, perasaan saya campur aduk, utamanya sedih. Apalagi jika tidak bisa memberikan bantuan secara langsung.
Selain mendoakan, saya berusaha menenangkan mereka. Meyakinkan agar berusaha optimal untuk mendapatkan solusi terbaik.
Di sisi lain, rasa syukur saya meningkat karena tidak mengalami cobaan yang sama. TUHAN sangat baik kepada saya. Orang lain yang merasakannya.
Hampir setiap hari terutama setahun terakhir, saya tidak hanya menyimak cerita sedih teman-teman. Melihat langsung yang mereka alami.
Ada yang bisa menerima cobaan itu, namun tidak sedikit yang mengeluh panjang. Menyalahkan keadaan dan orang lain. Bahkan TUHAN ikut disalahkan.
Mereka yang terbiasa berpikir positif meski cobaannya bertubi-tubi, bisa menerimanya. Bahkan mengambil hikmah dari semua yang dialaminya.
Saya sangat senang karena setiap ketemu teman, menyimak cerita mereka dan melihat langsung kondisinya, makin meningkatkan rasa syukur. Semuanya adalah pelajaran dan pengalaman berharga buat saya. Alhamdulillah…
Dari rumah Yogyakarta saat suasana santai, saya ucapkan selamat berusaha mensyukuri semua keadaan. Salam hormat buat keluarga.
20.00 14022026
Penulis adalah Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional
