
J5NEWSROOM.COM, Seorang alumnus penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menyatakan penyesalan setelah memilih menjadi warga negara Indonesia (WNI) lantaran besarnya beban dana rakyat yang digunakan untuk program tersebut. Ia mengatakan bahwa pengelolaan dan kontribusi yang dikeluarkan dinilai tidak sebanding dengan hasil yang diperoleh.
Dalam keterangannya, alumnus itu mengungkapkan bahwa biaya yang dikeluarkan untuk program LPDP sangat besar dan menjadi beban bagi anggaran negara. Menurutnya, meskipun program ini memiliki tujuan mulia untuk mencetak sumber daya manusia unggul, realitasnya ia merasa tekanan administratif dan harapan yang dibebankan kepadanya justru menjadi beban tersendiri.
Alumnus tersebut juga mengatakan bahwa pengalaman menjadi penerima beasiswa LPDP memberinya perspektif kritis terhadap berbagai program pemerintah yang menggunakan dana publik. “Saya kapok menjadi WNI karena beasiswa ini. Dana rakyat yang besar seharusnya dipakai dengan pengelolaan yang lebih optimal,” ujarnya.
Pernyataan ini menuai beragam respons dari masyarakat dan sejumlah pihak memberikan tanggapan terkait pentingnya evaluasi terhadap program beasiswa nasional. Beberapa pihak menyatakan bahwa beasiswa seperti LPDP tetap penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, namun perlu perbaikan dalam penerapan serta mekanisme pelaporan yang lebih transparan.
Isu ini menjadi bagian dari diskusi publik yang lebih luas mengenai efektivitas alokasi dana pendidikan dan peran program beasiswa dalam memajukan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Editor: Agung
