Aksi Calo Tiket di Pelabuhan Telaga Punggur Batam Rugikan Pemudik Hingga Rp 350 Ribu

Suasana di Pelabuhan Ro-Ro Telaga Punggur, Batam. (Foto: Aldy/BATAMTODAY)

J5NEWSROOM.COM, Batam – Arus mudik menjelang hari raya Idulfitri di Pelabuhan Ro-Ro Telaga Punggur, Batam, menuju Kuala Tungkal diwarnai maraknya praktik percaloan tiket yang meresahkan calon penumpang. Sejumlah pemudik mengaku terpaksa membeli tiket melalui calo dengan harga jauh lebih mahal karena gagal memperoleh tiket resmi melalui aplikasi BRIZZI.

Berdasarkan pantauan di pelabuhan, sejumlah calo terlihat secara terbuka menawarkan tiket kepada calon penumpang. Mereka bahkan menunjukkan bukti pemesanan tiket secara daring untuk meyakinkan korban, terutama pemudik yang tidak terbiasa melakukan pembelian tiket melalui aplikasi.

Salah satu calon penumpang, Yanti, mengaku menjadi korban penipuan setelah membeli tiket dari calo. Ia sebelumnya gagal mendapatkan tiket resmi secara online, lalu percaya kepada seseorang yang mengaku dapat membantu melakukan pemesanan.

“Saya lihat dia memasukkan nama saya, lalu bilang pembelian berhasil dan memberikan barcode tiket. Saya percaya saja karena tidak terlalu paham sistem online. Saya sudah bayar Rp 350 ribu, orangnya pun sudah tidak terlihat lagi,” ujar Yanti dengan wajah murung saat ditemui di Pelabuhan Telaga Punggur, Sabtu (14/3/2026).

Diduga, modus yang digunakan para calo adalah berpura-pura memesan tiket secara daring dengan hanya memasukkan data penumpang. Setelah itu, mereka menunjukkan barcode tiket yang sebenarnya telah digunakan sebelumnya.

Sementara itu, pemudik lainnya, Nando, yang bekerja sebagai buruh bangunan di PT Bintan Alumina Indonesia (BAI), mengaku berhasil memperoleh tiket resmi melalui aplikasi dengan harga normal Rp 182 ribu per orang. Ia membeli tiket tersebut sejak pekan lalu.

Namun demikian, beberapa rekannya tidak mendapatkan tiket resmi karena cepat habis sehingga terpaksa membeli melalui calo dengan harga yang lebih tinggi. “Tadi lewat calo jam 8 pagi masih ada, jam 9 sudah tidak ada. Kalau saya beli online dapat Rp 182 ribu, tapi kata calo harganya bervariasi tergantung waktu beli. Jam 8 pagi tadi Rp 350 ribu,” kata Nando.

Situasi tersebut membuat banyak calon penumpang kebingungan, khususnya pemudik berusia lanjut yang tidak terbiasa menggunakan sistem pembelian tiket secara daring. Sebagian dari mereka akhirnya memilih membeli tiket melalui perantara meski harus membayar lebih mahal.

Tidak hanya penumpang perorangan, pemudik yang membawa kendaraan pribadi juga dilaporkan kerap menjadi korban. Beberapa di antaranya mengaku menerima tiket palsu setelah bertransaksi dengan calo.

Menanggapi maraknya praktik tersebut, Kepolisian Daerah Kepulauan Riau memastikan akan melakukan pendalaman dan pengecekan di lapangan.

Kapolda Kepri, Asep Safrudin, menegaskan bahwa pihaknya telah menurunkan personel untuk menindaklanjuti informasi tersebut serta akan mengambil tindakan tegas terhadap pelaku yang merugikan masyarakat. “Tim subsatgas Gakkum sudah mendalami informasi ini dan akan segera ditangkap bila ditemukan,” tegasnya melalui pesan singkat.

Editor: Agung