
J5NEWSROOM.COM, Batam – Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin meresmikan Masjid Bintang Amin Angkasa di kawasan Lanud Hang Nadim, Batam, Selasa (17/3/2026). Peresmian tersebut turut dihadiri Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penanaman pohon mangga dan ketapang kencana oleh Sjafrie bersama Amsakar. Kegiatan ini menjadi simbol kepedulian terhadap lingkungan sekaligus harapan atas pertumbuhan dan keberkahan bagi Batam.
Setelah itu, Sjafrie menandatangani prasasti sebagai tanda diresmikannya masjid. Peresmian ini menandai mulai difungsikannya Masjid Bintang Amin Angkasa sebagai sarana ibadah dan pusat kegiatan keagamaan, khususnya bagi masyarakat di lingkungan Lanud Hang Nadim.
Dalam sambutannya, Amsakar menyampaikan apresiasi atas kunjungan Menteri Pertahanan ke Batam. Ia berharap kehadiran Sjafrie dapat memberi dorongan semangat bagi masyarakat untuk terus berkontribusi bagi bangsa.
Amsakar juga memaparkan kondisi Batam sebagai kota multikultural dengan jumlah penduduk sekitar 1,3 juta jiwa yang berasal dari berbagai latar belakang suku dan agama. Menurut dia, situasi yang tetap kondusif tidak lepas dari sinergi pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan.
Ia menambahkan, pembangunan masjid tersebut memakan waktu sekitar enam tahun hingga akhirnya dapat dimanfaatkan pada Ramadan 1447 Hijriah. Berbagai kendala sempat dihadapi selama proses pembangunan, namun dapat diatasi berkat dukungan berbagai pihak.
Masjid Bintang Amin Angkasa memiliki kapasitas sekitar 1.500 jemaah. Amsakar optimistis keberadaan masjid ini akan menjadi daya tarik baru wisata religi di Batam, terutama dengan suasana yang dinilai menarik pada malam hari.
Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kota Batam juga menyerahkan bantuan sebesar Rp 100 juta kepada Komandan Lanud Hang Nadim Hendro Sukamdani guna mendukung fasilitas dan operasional masjid.
Kegiatan ditutup dengan buka puasa bersama yang berlangsung dalam suasana hangat, sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Editor: Agung
