
J5NEWSROOM.COM, Jakarta – Pemerintah mulai memberlakukan kebijakan penghematan melalui transformasi budaya kerja nasional pada 1 April 2026. Kebijakan ini akan dievaluasi setelah dua bulan sebagai langkah antisipatif menghadapi dinamika global sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Kebijakan tersebut mencakup penerapan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) dan sektor swasta, efisiensi mobilitas, pengendalian konsumsi energi, serta penataan ulang anggaran negara. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut kebijakan ini dirancang sebagai langkah adaptif dan preventif di tengah tekanan global.
“Mulai berlaku 1 April 2026 dan akan dievaluasi setelah dua bulan,” ujarnya dalam konferensi pers, Selasa (31/3/2026).
Dalam pelaksanaannya, ASN diwajibkan WFH satu hari dalam sepekan, yakni setiap Jumat. Pemerintah juga mendorong penerapan kebijakan serupa di sektor swasta melalui surat edaran Menteri Ketenagakerjaan. Selain itu, penggunaan kendaraan dinas dibatasi hingga 50 persen, perjalanan dinas dalam negeri dipangkas 50 persen, dan perjalanan luar negeri hingga 70 persen.
Pemerintah turut mengimbau masyarakat untuk lebih hemat energi serta mengutamakan penggunaan transportasi publik guna menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
Dari sisi fiskal, kebijakan ini diperkirakan memberikan penghematan signifikan. Efisiensi dari penerapan WFH diproyeksikan menghemat APBN sebesar Rp6,2 triliun, sementara potensi penghematan konsumsi BBM masyarakat mencapai Rp59 triliun.
Selain itu, pemerintah melakukan refocusing anggaran kementerian/lembaga dengan potensi efisiensi antara Rp121,2 triliun hingga Rp130,2 triliun, melalui pengurangan belanja nonprioritas seperti perjalanan dinas, rapat, dan kegiatan seremonial.
Di sektor energi, penguatan kebijakan dilakukan melalui implementasi program biodiesel B50 mulai 1 Juli 2026 yang diperkirakan dapat menghemat penggunaan BBM fosil hingga 4 juta kiloliter atau senilai Rp48 triliun.
Pemerintah juga akan mengatur distribusi BBM subsidi menggunakan sistem barcode MyPertamina dengan batas maksimal pembelian 50 liter per kendaraan per hari, yang mulai berlaku 1 April 2026.
Sementara itu, di sektor sosial, pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) disesuaikan menjadi lima hari dalam sepekan, dengan potensi penghematan hingga Rp25 triliun.
Editor: Agung
