Hotel di Madinah Tak Sediakan Fasilitas Cuci, Jemaah Diimbau Jaga Kebersihan Pakaian

Kepala Seksi Akomodasi Daerah Kerja (Daker) Madinah, Zaenal Muttaqin saat memaparkan layanan akomodasi untuk para jemaah haji Indonesia. (Foto: Saibansah/J5NEWSROOM.COM)

J5NEWSROOM.COM, Madinah – Jemaah haji Indonesia diingatkan untuk lebih memperhatikan kebersihan dan kesucian pakaian selama berada di Madinah, karena keterbatasan fasilitas pencucian di hotel-hotel setempat.

Kepala Seksi Akomodasi Daerah Kerja (Daker) Madinah, Zaenal Muttaqin, mengatakan bahwa fasilitas perhotelan di Madinah memiliki perbedaan signifikan dibandingkan dengan di Makkah. Salah satu perbedaan utama adalah tidak tersedianya mesin cuci maupun area khusus untuk mencuci pakaian bagi jemaah.

“Berbeda dengan di Makkah, di mana sebagian besar hotel menyediakan mesin cuci di area rooftop, di Madinah fasilitas tersebut tidak tersedia,” ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, jemaah diminta menyesuaikan kebiasaan dalam mencuci pakaian. Salah satu opsi yang dapat dilakukan adalah mencuci secara sederhana di kamar mandi hotel. Namun, ia menegaskan adanya larangan keras terkait tempat menjemur pakaian.

Jemaah tidak diperkenankan menjemur pakaian di jendela, menggantungnya pada pipa sprinkler, maupun merusak fasilitas kamar seperti memaku dinding. Pelanggaran terhadap aturan tersebut dapat berujung pada sanksi dari pihak hotel.

Sebagai alternatif, jemaah dapat menjemur pakaian di kamar menggunakan gantungan atau jemuran lipat, dengan tetap memperhatikan kenyamanan sesama penghuni kamar.

Selain itu, jemaah juga disarankan menunda aktivitas mencuci hingga tiba di Makkah. Mengingat masa tinggal di Madinah relatif singkat, yakni sekitar sembilan hari, pencucian dalam jumlah besar dinilai lebih efektif dilakukan di Makkah yang memiliki fasilitas memadai serta didukung cuaca panas sehingga pakaian lebih cepat kering.

Jemaah juga diimbau untuk membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama bagi yang membawa pakaian terbatas. Fokus pada ibadah di Masjid Nabawi serta beristirahat di hotel dinilai dapat membantu menjaga kebersihan pakaian.

Sebagai pilihan lain, jemaah dapat memanfaatkan layanan laundry berbayar yang tersedia di sekitar kawasan hotel. Namun, layanan ini bersifat komersial sehingga memerlukan biaya tambahan di luar paket akomodasi haji.

Pemerintah berharap jemaah dapat menyesuaikan diri dengan kondisi yang ada agar tetap dapat menjalankan ibadah dengan nyaman dan menjaga kesucian selama berada di Tanah Suci.

Editor: Saibansah Dardani