
J5NEWSROOM.COM, Para calon Duta Besar (Dubes) Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI yang telah menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi I DPR RI diharapkan mampu mengedepankan kepentingan nasional dalam menjalankan diplomasi. Terlebih, 24 calon dubes yang diusulkan Presiden merupakan figur-figur yang memiliki kapasitas dan rekam jejak mumpuni di bidangnya.
Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PAN, Okta Kumala Dewi, menyampaikan bahwa para calon dubes yang hadir di Komisi I adalah sosok profesional, berkualitas, dan kaya pengalaman dalam diplomasi maupun pemerintahan. Hal itu menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan besar diplomasi Indonesia ke depan.
Ia menegaskan bahwa para duta besar merupakan representasi resmi Presiden di luar negeri. Lebih dari itu, mereka juga berperan sebagai instrumen strategis dalam mewujudkan visi dan misi Presiden Prabowo Subianto melalui kerja sama internasional.
“Hari ini, kondisi geopolitik dunia sedang tidak baik-baik saja. Saya berharap para duta besar dapat secara maksimal memperjuangkan kepentingan nasional, aktif membangun kerja sama untuk perdamaian dunia, dan membantu mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo melalui diplomasi internasional,” ujar Okta dalam keterangannya, Senin, 7 Juli 2025.
Untuk kawasan Asia Tenggara, Okta memberi perhatian khusus. Ia berharap para dubes yang ditempatkan di negara-negara ASEAN seperti Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam mampu memperkuat soliditas regional serta meningkatkan kerja sama, khususnya dalam bidang ekspor produk Indonesia.
“Di tengah kompetisi negara-negara besar di kawasan, kita perlu menjaga kesatuan ASEAN sebagai kekuatan regional. Kita juga harus meningkatkan ekspor produk Indonesia, khususnya dalam mewujudkan program Asta Cita Presiden Prabowo,” ujarnya.
Okta mencontohkan program swasembada pangan, yang kini sudah mulai terwujud di bawah koordinasi Menko Pangan, Zulkifli Hasan. Indonesia kini sudah mencapai swasembada beras dan bahkan mampu mengekspor ke negara-negara Asia Tenggara. Selain itu, potensi ekspor juga terbuka luas untuk produk UMKM, makanan olahan halal, herbal, hingga produk digital.
“Di sinilah letak peran strategis para duta besar,” tegasnya.
Okta juga menyoroti posisi penting Dubes RI untuk Amerika Serikat, mengingat dinamika kebijakan luar negeri AS yang semakin tidak terprediksi, terlebih setelah Donald Trump kembali terpilih sebagai Presiden. Menurutnya, Dubes RI di AS harus tanggap terhadap kebijakan seperti tarif resiprokal, pembatasan visa pelajar, dan isu imigrasi.
“Kita harus memiliki Dubes yang inisiatif dan responsif dalam menghadapi tantangan-tantangan tersebut secara diplomatis,” jelasnya.
Secara keseluruhan, Okta berharap seluruh calon duta besar mampu menjalankan amanah dengan integritas dan komitmen tinggi, demi membawa nama baik Indonesia di kancah global.
Editor: Agung
