Dea, Perempuan Muda Aceh Layani Haji Lansia Seperti Keluarga

Dea Hemassandia (28), petugas haji yang bertugas di layanan lansia dan disabilitas. (Foto: MCH PPIH Arab Saudi 2026)

J5NEWSROOM.COM, Madinah – Kesibukan menyambut kedatangan jamaah haji Indonesia di Taj Ward Hotel, Madinah, Arab Saudi, Senin (4/5/2026) malam, menghadirkan sosok Dea Hemassandia (28), petugas haji yang bertugas di layanan Landis (lansia dan disabilitas).

Saat jamaah Kloter 11 Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS) tiba satu per satu dari bus, Dea sudah berdiri di pintu masuk hotel. Dengan senyum ramah, ia menyapa jamaah yang tampak lelah setelah perjalanan panjang menuju Tanah Suci.

“Selamat datang di Madinah, bapak-bapak, ibu-ibu,” ujar Dea kepada jamaah yang memasuki hotel di kawasan Sektor 5 Madinah.

Di tengah lalu lalang petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), Dea tetap sigap menyambut jamaah. Menurut dia, keramahan dan ketenangan menjadi hal penting untuk membantu jamaah merasa nyaman setibanya di Madinah.

“Saya menganggap mereka seperti orang tua sendiri, jadi sebisa mungkin memberikan pelayanan terbaik,” kata perempuan asal Aceh itu.

Tak hanya menyapa, Dea juga membantu jamaah lanjut usia yang membutuhkan kursi roda. Ia tampak membenarkan posisi kaki seorang jamaah lansia sebelum mendorong kursi roda menuju area hotel.

Dea Hemassandia (28), petugas haji yang bertugas di layanan lansia dan disabilitas. (Foto: MCH PPIH Arab Saudi 2026)

Sebagai petugas layanan landis, Dea bertugas melakukan pendampingan terhadap jamaah lanjut usia yang memerlukan perhatian khusus. Ia bekerja sama dengan dokter kloter untuk memantau kondisi kesehatan jamaah.

“Kami melakukan visitasi kepada jamaah lansia, menanyakan kondisi kesehatan, kebutuhan, maupun keluhan mereka,” ujarnya.

Motivasi Dea bergabung di layanan lansia berawal dari pengalaman pribadinya. Ia mengaku teringat kepada sang nenek yang meninggal dunia pada 2018 setelah lama sakit.

Saat itu, Dea yang masih sibuk kuliah merasa belum maksimal merawat neneknya. Penyesalan tersebut kemudian mendorongnya memilih bertugas di layanan lansia dan disabilitas.

“Setelah nenek meninggal, saya merasa menyesal karena dulu tidak sering menemani beliau,” kata Dea yang sehari-hari bekerja sebagai pegawai swasta di Banda Aceh.

Dea mengatakan, keberadaannya di layanan lansia membuatnya seolah kembali melihat sosok sang nenek pada para jamaah lanjut usia yang ia dampingi.

Karena itu, ia bertekad memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah haji Indonesia, khususnya para lansia.

“Walaupun bukan keluarga sendiri, saya tetap menganggap mereka saudara,” tutur Dea.

Editor: Saibansah Dardani