
J5NEWSROOM.COM, Makkah – Jamaah haji Indonesia di Makkah mendapat layanan transportasi gratis berupa Bus Shalawat yang beroperasi selama 24 jam untuk mengantar dan menjemput jamaah menuju Masjidil Haram.
Bus tersebut melayani rute hotel jamaah menuju Masjidil Haram dan sebaliknya, sehingga jamaah dapat lebih mudah menjalankan ibadah kapan saja.
Perjalanan dari salah satu hotel jamaah terjauh di kawasan Aziziyah, yakni Al Hidayah Tower, menuju Masjidil Haram ditempuh sekitar 20 menit.
Dalam perjalanan itu, bus melaju dengan kecepatan sedang, rata-rata di bawah 50 kilometer per jam. Jalur yang dilalui relatif lancar karena melewati jalan utama menuju Taif dan kawasan Arafah.
Meski arus kendaraan tidak terlalu padat, pemeriksaan identitas tetap dilakukan di sejumlah titik pemeriksaan atau check point karena musim haji telah berlangsung.
Pada pemeriksaan pertama, bus hanya mengantre sekitar dua menit sebelum diperbolehkan melanjutkan perjalanan tanpa pemeriksaan lanjutan.
Sementara di check point kedua yang lokasinya lebih dekat dengan Masjidil Haram, petugas keamanan meminta bus menepi. Dua polisi kemudian naik ke dalam bus untuk memeriksa kartu nusuk milik penumpang.
Setelah pemeriksaan selesai, bus kembali melanjutkan perjalanan menuju Masjidil Haram. Total waktu berhenti di titik pemeriksaan kedua sekitar tiga menit.
Secara keseluruhan, perjalanan dari Al Hidayah Tower ke Masjidil Haram memakan waktu sekitar 20 menit, termasuk proses pemeriksaan di dua check point.
Al Hidayah Tower sendiri merupakan kompleks penginapan dengan 10 menara hotel yang menampung sekitar 21.000 jamaah haji Indonesia.
Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi, Syarif Rahman, mengatakan pihaknya telah memperhitungkan waktu tempuh Bus Shalawat agar jamaah dapat tiba lebih cepat dan tetap nyaman selama perjalanan. “Paling lama sekitar 20 menit, rata-rata 15 menit,” ujar Syarif.
Ia menambahkan, waktu tunggu bus juga relatif singkat sehingga jamaah dapat segera menuju Masjidil Haram untuk menjalankan ibadah, baik umrah wajib maupun shalat lima waktu.
Menurut dia, aspek keamanan selama operasional Bus Shalawat juga menjadi perhatian utama penyelenggara haji.
“Selama ini tidak ada insiden keamanan di Bus Shalawat,” kata Syarif.
Editor: Saibansah Dardani
