
J5NEWSROOM.COM, Jakarta – Hari kedua, Minggu, 11 Januari 2026, pukul 08:00 WIB, 1.636 orang calon petugas PPIH (Petugas Penyelenggara Ibadah Haji) Arab Saudi 2026, dikumpulkan di aula Gedung SG (Serba Guna) 2 Asrama Haji Pondok Gede Jakarta. Agendanya, pembukaan secara resmi Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) semi militer bagi calon Petugas PPIH Arab Saudi 2026 selama 20 hari. Dari tanggal 10 sampai 30 Januari 2026.
Yang membuka Diklat itu adalah Menteri Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, Mochammad Irfan Yusuf yang akrab disapa Gus Menhaj. Hadir pula Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Azhar Simanjuntak, Inspektur Jenderal (Irjen) Kemenhaj RI, Mayjen TNI (Purn) Dendi Suryadi, Ketua Panitia PPIH Arab Saudi 2026, Puji Raharjo serta pejabat lain dari DPR RI. Yang menarik, seusai pembukaan resmi, Wamenhaj Dahnil Azhar Simanjuntak meragukan niat dann keikhlasan seluruh petugas haji.
BACA JUGA: Wamenhaj Tegaskan Petugas Haji Ditugaskan untuk Melayani Jemaah
Loh kok bisa? Berikut ini catatan Pemimpin Redaksi J5NEWSROOM.COM, calon petugas PPIH Arab Saudi 2026, Saibansah Dardani yang telah menjalani seluruh proses rangkaian seleksi, Diklat 20 hari, hingga pengukuhan oleh Gus Menhaj di Lapangan Galaxi Makodau (Markas Komando Angkatan Udara) I Halim Perdana Kusuma Jakarta, Jumat 30 Januari 2026 lalu.
Siapa yang belum pernah naik haji? Itulah pertanyaan yang disampaikan Wamenhaj Dahnil Azhar Simanjuntak kepada para peserta Diklat. Karuan saja, lebih 75 persen calon Petugas PPIH Arab Saudi 2026, langsung angkat tangan, belum pernah naik haji. Lalu, mantan juru bicara Presiden Prabowo Subianto itu pun menyampaikan paparannya, panjang dan lebar mengenai tugas dan fungsi para petugas haji.

Ditegaskan Dahnil Azhar, penugasan petugas haji harus dimaknai sebagai amanah pelayanan kepada jemaah, bukan sekadar kesempatan untuk berangkat naik haji gratis. Seluruh petugas, termasuk pejabat kementerian, wajib menempatkan kepentingan jemaah sebagai prioritas utama selama pelaksanaan ibadah haji.
Keberadaan petugas haji memiliki peran krusial dalam memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar, tertib, dan nyaman. Mulai dari pendampingan jemaah sejak di tanah air, pelayanan di Arab Saudi, hingga proses kepulangan, semuanya membutuhkan kesiapan fisik, mental, serta komitmen kerja yang tinggi dari para petugas.
BACA JUGA: Diklat PPIH Semi Militer Itu Menyehatkan dan Menyenangkan
Karena itulah, tegas Wamenhaj, profesionalisme dan integritas dalam menjalankan tugas haji adalah faktor utama. Penugasan tidak boleh dipandang sebagai fasilitas atau privilese pribadi, melainkan sebagai tanggung jawab besar yang menuntut kerja nyata di lapangan. Karena itu, setiap petugas dituntut memahami tugas pokok dan fungsi masing-masing serta siap menghadapi berbagai tantangan selama musim haji.
Di tengah paparannya santai dan penuh tawa itu, Wamenhaj juga menekankan bahwa proses seleksi petugas haji harus dilakukan secara objektif dan transparan. Petugas yang ditugaskan diharapkan benar-benar memiliki kompetensi, pengalaman, dan dedikasi dalam melayani jemaah, sehingga kualitas pelayanan haji dapat terus ditingkatkan dari tahun ke tahun.

Dengan pemahaman tersebut, tidak ada lagi pandangan keliru bahwa menjadi petugas haji hanya bertujuan untuk menunaikan ibadah pribadi. Sebaliknya, penugasan haji harus dipandang sebagai bentuk pengabdian dan pelayanan penuh kepada para jemaah agar mereka dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk.
BACA JUGA: Hari Pertama Kaki Menjejak di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta
Siap menjalankan tugas dengan ikhlas? Pertanyaan Wamenhaj itu pun dijawab spontan 1.636 orang dengan suara lantang.
Siaaaaaapppppp!
“Saya tidak percaya, saya masih meragukan niat kalian semua,” kata pecinta lari pagi itu.
Mari kita lihat, bagaimana kalian semua menjalani seluruh program Diklat semi militer ini. Apakah memang niat kalian benar-benar niat ikhlas, mari kita lihat sampai akhir Diklat ini.
Menariknya lagi, meskipun meragukan ‘nawaitu’ para petugas haji tersebut, tapi Wamenhaj RI itu pun menjanjikan apresiasi kepada para petugas yang dalam penilaian secara terbuka maupun tertutup, kinerjanya memuaskan. Maka, mereka akan ditunjuk kembali menjadi petuga haji tahun depan, tanpa tes dan seleksi.
Harapan ini pun langsung direspon dengan tepuk tangan ala militer yang sudah dipelajari tadi malam. Sampai tangan serasa kebas.
Editor: Agung
